Mari, puji Dia, Allah yang Mahakuasa.
Mari, puji Dia, Pencipta alam raya.
Mari, puji Dia, yang kuat dan perkasa.
Mari, puji Dia, Allah yang Mahakuasa.
2
Mari, puji Yesus, Sang Jurus’lamat dunia.
Mari, puji Dia, Sang Anak Domba Allah.
Mari, puji Dia, yang mati bagi kita.
Mari, puji Yesus, Sang Jurus’lamat dunia.
Andai ‘ku punya banyak lidah
dan punya suara yang besar,
akan kugubah madah indah
dan ‘ku menyanyi bergemar,
memuji kasih Allahku, memuji kasih Allahku
yang dicurahkan padaku, yang dicurahkan padaku.
2
Janganlah diam, hai jiwaku,
dan ‘kau ragaku, bangunlah!
Nyatakanlah kegemaranmu
atas berkat, anugerah,
kar’na selama hidupku, kar’na selama hidupku
akan kupuji Allahku, akan kupuji Allahku.
3
Hai rimba raya, hai belukar,
desaukan kegiranganmu.
Hai margasatwa sekalian,
marilah padu suaramu:
dengan gitaku yang gemar, dengan gitaku yang gemar
memuji Yang Mahabesar, memuji Yang Mahabesar.
O tuntun aku ke Putra-Mu,
agar pada-Mu ‘ku dituntun-Nya;
dan Roh-Mu diam dalam rohku,
membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damai-Mu
dan kuungkapkan dalam kidungku.
3
Beri berkat-Mu, Maha Tuhan,
agar benar kudus pujianku,
dan doa juga kulagukan
di dalam Roh dan kebenaran-Mu,
jiwaku pun pada-Mu bersyukur,
bersama bala surga bermazmur.
4
Doaku yang tak terucapkan,
Roh Kudus-Mu yang mengungkapkannya
dan bahwa aku anak Allah,
Roh Kudus juga mengatakannya,
sehingga dalam Kristus, Putra-Mu,
‘ku berseru, “Ya Abba, Bapaku!”
5
Padaku Roh-Mu mengajarkan
berdoa yang sesuai maksud-Mu;
ya Bapa, pasti Kaudengarkan
doaku dalam nama Putra-Mu:
di dalam Dia kuterimalah
karunia demi karunia.
6
Betapa aku bahagia
dan sukacita hatiku penuh:
‘ku yakin, ‘Kau memperhatikan
semua yang kumohon pada-Mu.
Berkelimpahan pemberian-Mu,
jauh melebihi perkiraanku.
7
Di dalam Kristus ‘ku terjamin:
Ia sendiri Perantaraku;
di dalam Dia “ya” dan “amin”
yang dalam Roh kuminta pada-Mu.
Kupuji Dikau kini dan kekal
kar’na bahagia itu kukenal.
Bersoraklah dan puji Tuhan, hai manusia;
dicurahkan-Nya bagimu berkat karunia.
Serahkanlah seluruh jiwa, juga ragamu.
Menjadi kurban syukurmu kepada Tuhanmu.
Bersoraklah, hai alam semesta:
“Kau Allahku!”
Di langit bergema pujian yang megah,
dan bumi pun penuh pujian yang merdu.
Bersoraklah, hai alam semesta:
“Kau Allahku!”
2
Bersoraklah, hai alam semesta:
“Kau Rajaku!”
Gereja bersyukur, bermadah, bermazmur,
di hati umat-Nya pujian menggema.
Bersoraklah, hai alam semesta:
“Kau Rajaku!”
Seluruh bumi Engkau penuhi
dengan semarak Kerajaan-Mu:
Kemuliaan dari surga
Engkau pamerkan dalam dunia.
Reff:
Gloria, Gloria diberi kepada Allah!
Gloria, Gloria di tempat yang mahatinggi!
Damai, damai diberi di atas bumi!
Damai bagi orang yang dikasihi-Nya!
Gloria!
Amin.
2
Di dalam Kristus Engkau pulihkan
yang di darah-Nya Engkau sucikan:
segala dosa Kauampuni;
semesta alam Kaubarui!
3
Yang tuna karya Engkau kenyangkan,
yang tuna wisma Engkau pulangkan,
belas kasihan Kauterapkan
dan kelaliman Kaulenyapkan.
Hanyalah Engkau, Tuhan, hanyalah Engkau yang patut disembah.
Hanyalah Engkau, Tuhan, hanyalah Engkau yang patut disembah.
Hanyalah Engkau, ya Tuhan, yang kami tinggikan.
Patut diagungkan, patut dimasyhurkan nama-Mu yang kudus.
Kami bersyukur, Tuhan, dan kepada-Mu umat-Mu menyembah.
2
Hanya kasih-Mu, Tuhan, hanya kasih-Mu yang sungguh mulia.
Hanya kasih-Mu, Tuhan, hanya kasih-Mu yang sungguh mulia.
Kar’na kasih-Mu, ya Tuhan, umat-Mu s’lamatlah,
tiada terselami, tiada terbandingkan kasih-Mu yang ajaib.
Kami bersyukur, Tuhan, kar’na kasih-Mu kekal selamanya.
Jiwaku memuji Tuhan, hatiku pun bergemar.
Allah Jurus’lamatku, lihat kerendahanku,
karena sesungguhnya ‘ku disebut yang bahagia.
Terpujilah kuasa-Nya: karya tangan-Nya.
2
Puji Tuhan mahamulia, mahakuasa dan benar,
kasih setia-Nya kekal dan kuduskanlah nama-Nya.
Cinta serta kasih-Nya sampai selama-lamanya.
Adil bagi yang taat pada janji-Nya.
3
Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang benar.
Kuasa-Nya ditampakkan lewat karya tangan-Nya,
orang congkak hatinya oleh-Nya tercerai-berai.
Terpujilah kuasa-Nya: karya tangan-Nya.
4
Yang berkuasa diturunkan dari atas takhta-Nya,
yang rendah ditinggikan dan dihibur oleh-Nya;
dikenyangkan yang lapar; yang berharta diusir-Nya.
Adil bagi yang taat pada janji-Nya.
5
Kar’na rahmat dan kasih-Nya, ditolong-Nya Israel
seperti dijanjikan pada nenek moyangnya:
Abraham dan anaknya untuk selama-lamanya.
Terpujilah kuasa-Nya: karya tangan-Nya.
Kami puji dengan riang Dikau, Allah yang besar;
bagai bunga t’rima siang, hati kami pun mekar.
Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t’lah lenyap.
Sumber suka yang abadi, b’ri sinar-Mu menyerap.
2
‘Kau memb’ri, ‘Kau mengampuni, Kaulimpahkan rahmat-Mu.
Sumber air hidup ria, Lautan kasih dan restu.
Yang mau hidup dalam kasih Kaujadikan milik-Mu,
agar kami menyayangi, meneladan kasih-Mu.
3
Semuanya yang Kaucipta memantulkan sinar-Mu.
Para malak, tata surya naikkan puji bagi-Mu.
Padang, hutan dan samud’ra, bukit, gunung dan lembah,
margasatwa bergembira, ‘ngajak kami pun serta.
4
Mari kita pun memuji dengan suara menggegap,
menyanyikan kuasa kasih yang teguh serta tetap.
Kita maju dan bernyanyi, jaya walau diserang,
ikut mengagungkan kasih dalam lagu pemenang.
‘Kau yang layak, ‘Kau yang layak, ‘Kau yang layak, Tuhan;
layak Kaut’rima puji-pujian, hormat dan kuasa penuh.
Segala sesuatu telah Kauciptakan seturut dengan maksud-Mu;
semuanya ada kar’na karya-Mu, ‘Kau yang layak, Tuhan.
2
‘Kau yang layak, ‘Kau yang layak, Anak Domba Allah!
Layak Kaut’rima puji-pujian, hormat dan kuasa penuh.
Engkau jadi kurban demi dunia ini dan kami telah Kautebus,
dan kami menjadi imam dan raja, di kerajaan-Mu.
Kita masuk rumah-Nya, berkumpul menyembah kepada-Nya.
Kita masuk rumah-Nya, berkumpul menyembah kepada-Nya.
Kita masuk rumah-Nya, berkumpul menyembah kepada Kristus,
menyembah Kristus Tuhan.
2
Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada-Nya.
Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada-Nya.
Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada Kristus,
menyembah Kristus Tuhan.
3
Muliakan nama-Nya dan angkat tanganmu kepada-Nya.
Muliakan nama-Nya dan angkat tanganmu kepada-Nya.
Muliakan nama-Nya dan angkat tanganmu kepada Kristus,
menyembah Kristus Tuhan.
Mari, bernyanyi sertaku, nyaringkan Haleluya, Amin.
Mari, bersoraklah, muliakanlah Tuhanmu.
Mari, berdoa sertaku, yakinlah Tuhan Yesus hadir.
Dia selamanya Sumber karunia. Pujilah!
Pujilah atas karya-Nya, pujilah Dia yang menang.
Sang Bapa, Putra, Roh Kudus, pujilah.
Mari gembira sertaku: kitalah anak-anak Allah
dan ahli waris-Nya dalam Putra-Nya. Pujilah!
Mari kita puji, kita muliakan Tuhan!
Mari kita sujud mengagungkan kuasa-Nya!
Besarkan nama-Nya di kerajaan-Nya,
kasih setia-Nya abadi dan kekal.
Sampai selamanya, Haleluya!
Sampai selamanya, Haleluya!
Reff:
Sorak-sorai jagad raya,
soraklah isi dunia!
Puji Haleluya!
2
Mari kita puji, kita muliakan Tuhan!
Janganlah lupakan berkat dan anugerah-Nya.
Sepanjang hidupmu bersyukurlah terus,
jadilah ‘kau berkat bagi sesamamu.
Pimpinan-Nya tetap, Haleluya!
Pimpinan-Nya tetap, Haleluya!
Mari sembah Allah yang akbar.
Agungkanlah! Karya-Nya besar.
Allah berkuasa di atas isi dunia.
Patutlah semua memuji nama-Nya.
Mari sembah Allah yang akbar.
2
Mari sembah Yesus Penebus.
Agungkanlah! Kasih-Nya besar.
Yesus rela mati disalib di Golgota,
hingga manusia terhapus dosanya.
Mari sembah Yesus Penebus.
3
Mari sembah Roh Mahakudus.
Agungkanlah! Hikmat-Nya besar.
Roh Kudus menuntun setiap langkah kami,
agar hidup kami semakin berseri.
Mari sembah Roh Mahakudus.
Marilah bernyanyi, Haleluya,
suaramu pun nyaringkan, Haleluya!
Marilah bersorak, Haleluya,
dan hatimu pun bernyanyi, Haleluya!
Naikkan syukur serta pujian,
muliakan Tuhan yang Esa, serta besarkan nama-Nya!
2
Umat Tuhan nyanyi, Haleluya,
suaramu pun nyaringkan, Haleluya!
Bangsa pun bersorak, Haleluya,
dan hatimu pun bernyanyi, Haleluya!
Naikkan puji, naikkan puja,
muliakan Tuhan yang Esa, serta besarkan nama-Nya!
O Hari Istirahat, ceria dan cerah,
pelipur hati sarat, o Hari mulia!
Bernyanyilah semua bersatu menyembah,
“Kudus, kudus, kuduslah!” kepada Yang Esa.
2
Padamu, Hari Ahad, terciptalah terang
dan Kristus, Jurus’lamat, t’lah bangkit dan menang;
padamu pun terjadi Roh Kudus diberi:
sempurna tiga kali terangmu berseri.
3
O Hari perteduhan di badai dunia,
bak taman penghiburan kausambut yang lelah,
bak sungai kausegarkan semangat yang gersang,
bak Nebo ‘kau tempatnya melihat Kanaan.
4
Pun Hari Minggu ini panggilan terdengar
dan umat menghadiri kumpulan yang besar,
di mana Firman Tuhan menyuar yang gelap;
terhidang roti surga dan air alhayat.
5
Sentosa Hari Tuhan membimbing umat-Nya
menuju perhentian, tempat sejahtera.
Terpuji Allah Bapa dan Putra Tunggal-Nya
dan Roh Pengantar Sabda, Ketiga Yang Esa.
Puji, hai jiwaku, puji Tuhan selagi ada napasmu!
Allahku patutlah kuagungkan sepanjang umur hidupku!
Hayatku Dia yang beri: Dia kupuji tak henti.
Haleluya, Haleluya!
2
Jangan engkau pertaruhkan nasib kepada insan yang fana.
Juga bangsawan yang paling baik hilang bersama niatnya.
Hidup manusia lenyap, hanyalah Allah yang tetap.
Haleluya, Haleluya!
3
Jika penolongmu Allah Yakub, betapa ‘kau bahagia!
Ia penuhi pengharapanmu, Tuhan setia s’lamanya.
Maha Pencipta dunia tak meninggalkan makhluk-Nya.
Haleluya, Haleluya!
4
Orang tertindas dibela haknya dan orang lapar pun kenyang;
yang diperbudak dibebaskan-Nya, mata si buta pun terang.
Orang tertunduk, bangunlah: Tuhan tegakkan kaum lemah.
Haleluya, Haleluya!
5
Orang benar diberi-Nya kasih, pun orang rantau amanlah;
yatim dan janda tegak kembali, tapi penjahat kandaslah.
Tuhanlah Raja yang baka, bagi-Mu, Sion, s’lamanya!
Haleluya, Haleluya!
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat!
Langit, bumi, maklumkan kasih-Nya!
Haleluya! Nyanyilah para malaikat:
kuasa, hormat b’rilah kepada-Nya.
Selamanya Yesus Gembala kita,
siang malam kita didukung-Nya.
Puji Dia! B’ritakan keagungan-Nya!
Puji Dia! Mari bernyanyilah!
2
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat!
Pada salib dosa dihapus-Nya.
Gunung Batu dan Pengharapan Abadi
dinyatakan di bukit Golgota.
Haleluya! Hilanglah dukacita
oleh kuasa kasih setia-Nya.
Puji Dia! B’ritakan keagungan-Nya!
Puji Dia! Mari bernyanyilah!
3
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat!
Hosiana! Soraknya bergema.
K’rajaan-Nya untuk selama-lamanya:
Yesus Kristus Raja, Nabi, Imam.
Ia datang: Raja segala alam;
kuasa, hormat hanya kepada-Nya.
Puji Dia! B’ritakan keagungan-Nya!
Puji Dia! Mari bernyanyilah!
Salam dan hormat kepadamu, sobat semua,
ada yang penting yang kusampaikan.
Apa gerangan yang engkau sampaikan, katakan
nampaknya penting, sangat berharga.
2
Si burung pipit melayang di atas perigi,
pikiran sempit tiada arti.
Jikalau memang pikiranmu sempit dan picik,
janganlah sampai dipelihara.
3
Orang yang bodoh selalu menolak didikan,
orang yang saleh hidup beriman.
Hidup beriman boleh nanti saja bagiku,
lebih baik pergi memancing ikan.
4
Memancing ikan walaupun berlimpah hasilnya,
tidak sebesar karunia Tuhan.
Ya Tuhan Allah, aku t’lah berdosa pada-Mu,
oh, ampunilah pelanggaranku.
Pujilah Tuhanmu Haleluya, Haleluya!
Malaikat bala surga, semua puji Dia!
Hendaklah semuanya puji nama Tuhan Allah,
sebab atas perintah-Nya semuanya tercipta.
Hai, alam semesta yang diciptakan Tuhan Allah,
hai, api, hujan es dan salju, kabut angin badai,
bernyanyilah semuanya, memuji-muji Dia,
sebab yang tinggi luhur hanya nama Tuhan Allah.
2
Pujilah Tuhanmu Haleluya, Haleluya!
Malaikat, Kerubim, Serafim pun, puji Dia!
Yang mendirikan semuanya untuk selamanya,
keagungan-Nya mengatasi langit, alam raya.
Wahai, segala raja serta pemerintah dunia,
teruna, anak dara, orang tua dan yang muda,
bunyikan bagi Tuhanmu seruling dan kecapi,
dan puji Dia dengan sorak-sorai dan menari.
3
Pujilah Tuhanmu Haleluya, Haleluya!
Malaikat, Kerubim, Serafim pun, puji Dia!
Hai, bintang, bulan, matahari, angkatlah suara;
serta segala langit dan seluruh cakrawala.
Hai, ular-ular naga segenap samud’ra raya,
binatang liar, hewan, burung-burung yang bersayap,
padukanlah suaramu, besarkan nama Tuhan
yang agung dan perkasa dan berlimpah kekuatan.
Sungguhlah indah rumah-Mu, Tuhan, Raja alam raya.
Burung pipit serta layang-layang Dikau beri sarang.
Alangkah ‘ku rindu tinggal di rumah-Mu,
sorak dan sorai bagi-Mu.
2
Bahagialah yang senantiasa datang ke rumah-Mu.
Lembah tangis mengalirkan rahmat kar’na kuasa-Mu.
Langkah makin gagah, tiada pernah lelah,
Tuhan menyambut datangnya.
3
Tuhan, dengarkanlah doa kami, pandang niat kami.
Kami rela menanti saatnya masuk ke rumah-Mu.
Dikaulah bentengku, Allah perisaiku:
kami percaya selalu.
Tuhan Allah hadir pada saat ini.
Hai sembah sujud di sini.
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa,
tunduklah menghadap Dia.
Marilah, umat-Nya,
hatimu serahkan dalam kerendahan.
2
Tuhan Allah hadir, Yang dimuliakan
dalam surga siang-malam.
“Suci, suci, suci” untuk selamanya
dinyanyikan malak surga.
Ya Allah, t’rimalah
pujian jemaat beserta malaikat.
3
Kami menanggalkan hasrat sia-sia,
keinginan manusia;
jiwa-raga kami, hidup seluruhnya,
Tuhan, Kaulah yang empunya.
Dikaulah, Yang Esa,
patut dimuliakan oleh s’luruh alam.
4
Raja yang mulia, biarlah hamba-Mu
mengagungkan-Mu selalu,
hingga aku ini sungguh beribadat
sama seperti malaikat,
dan benar mendengar
firman-Mu, ya Tuhan, agar kulakukan!
5
‘Kau bagai udara sumber kehidupan
dan tempat gerak semua.
Laut tak terhingga, buatlah diriku
layak menyelami Dikau:
‘Kau penuh dalamku,
aku di dalam-Mu: ‘Kau kerinduanku!
6
Surya Mahasuci, biarlah cah’ya-Mu
hangat menyentuh wajahku.
Bagai kuntum bunga, bila disinari,
memekar ke matahari,
‘ku telah berserah:
biar ‘Kau berkarya dalam segalanya.
7
Jadikanlah aku hamba bersahaja
dalam damai dan sejaht’ra.
Sucikanlah aku, agar ‘Kau kupandang
dalam roh dan kebenaran.
Arahku pada-Mu:
wajah-Mu kucari kini dan abadi.
Angin ribut menyerang menggetarkan hatiku;
ombak ganas menerjang; aku lari pada-Mu.
Jurus’lamat, tolonglah dan pandukan bidukku,
hingga aku sampailah di labuhan yang teduh.
2
Hanya Tuhan sajalah Perlindungan yang tent’ram.
B’rikan daku yang lemah hati kuat dan tenang.
Dikau saja yang tetap Sumber pengharapanku:
biar aku Kaudekap di naungan sayap-Mu.
3
Kristus, ‘Kau andalanku, Sumber Hidup yang Esa:
Kaupulihkan yang sendu, buta, sakit dan lemah.
Dikau suci dan benar, aku ini bercela;
walau hidupku cemar, ‘Kau penuh anugerah.
4
Kelimpahan kasih-Mu jadi sungai yang segar
menghapuskan dosaku dan membuatku benar.
Air Hayat mulia, puaskanlah anak-Mu,
hingga ‘Kau selamanya memenuhi batinku.
Dari bawah tubir dosa pada-Mu ‘ku berseru.
Tuhan, dengarkanlah hamba, indahkanlah doaku!
Jika Tuhan ingat dosa, siapa dapat tahan?
Tuhan, ampunilah kami, agar umat-Mu takwa!
2
Harapanku pada Tuhan, tumpuan kerahiman.
Jiwaku menanti Tuhan, sabda-Nya kudambakan.
Akan fajar dini hari, rindu para penjaga.
Akan Tuhan dan ampun-Nya, rindulah umat Allah.
3
Buatlah umat-Mu, Tuhan, menantikan sabda-Mu;
kerelaan yang sejati hanya ada pada-Mu.
Ampun yang berlimpah-limpah hanya pada-Mu, Allah.
Tuhan, bebaskanlah kami dari hukuman dosa!
Dari kungkungan duka kelam, ya Tuhanku, ‘ku datanglah,
masuk terang-Mu bebas senang, ‘ku datang pada-Mu.
Dari beban kesakitanku masuk ke dalam kekuatan-Mu;
dalam derita aku datang, ya Yesus, Tuhanku.
2
Dari dera kepapanku, ya Tuhanku, ‘ku datanglah,
dan mengecap kekayaan-Mu, ‘ku datang pada-Mu.
Dari cela keaibanku pada salib-Mu ‘ku berteduh,
dalam dosaku aku datang, ya Yesus, Tuhanku.
3
Dari hempasan badai deras, ya Tuhanku, ‘ku datanglah,
masuk ke dalam bandar tenang, ‘ku datang pada-Mu.
Dari keputusasaanku masuk ke dalam anug’rah-Mu;
dalam susahku aku datang, ya Yesus, Tuhanku.
Engkau sabar menanti, sedikit tak jemu
menunggu kubukakan bagi-Mu pintuku.
Tuhanku, kuakui: Kupakai nama-Mu,
tetapi kubiarkan di luar Rajaku.
2
Engkau ketuk pintuku, kulihatlah jelas
bekas luka di tangan dan muka yang welas.
Sebab dosaku jua terkancing pintuku;
dan ‘Kau sabar menunggu kubuka hatiku.
Jikalau Tuhan tidak menebusku
dan Tuhan tidak mengampuniku,
hidupku berbeban dan dosaku berat!
Marilah, ya Tuhan, jamah diriku.
Marilah, ya Tuhan, jamah diriku.
2
Jikalau Tuhan tidak menjagaku
dan tak menuntun, tak memimpinku,
hidupku tak tentu dan langkahku sesat.
Marilah, ya Tuhan, pimpin anak-Mu.
Marilah, ya Tuhan, pimpin anak-Mu.
3
Jikalau Tuhan datang menolongku,
dan Tuhan jaga hamba-Mu terus,
hidupku damailah, dosa terhapuslah.
Marilah, ya Tuhan, rangkul hamba-Mu.
Marilah, ya Tuhan, rangkul hamba-Mu.
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,
kar’na rahmat-Mu sungguh mulia, hapuskanlah pelanggaranku.
Bersihkanlah aku dan sucikan aku,
tahirkanlah aku dari dosaku.
Sebab aku sadar akan pelanggaranku,
aku t’rus bergumul dengan dosaku.
2
Terhadap-Mulah aku berdosa, sejak di kandungan ibuku.
Layak aku dihukum murka-Mu, Tuhan, sungguh besar hikmat-Mu.
Biarkanlah aku bersih di depan-Mu,
lepaskan ‘ku dari hutang darahku.
Bangkitkanlah aku kembali kepada-Mu,
mulutku memuji-muji nama-Mu.
3
Persembahan dan korban bakaran Engkau tidak menerimanya.
Jiwa hancur dan hati yang patah, tidaklah ‘Kau memandang cela.
Lakukanlah yang baik dengan rela hati
kepada Sion serta Yerusalem.
Beri persembahan dengan bersikap benar.
Ya Tuhan, terima persembahanku.
Kasihanilah aku yang lemah, ya Tuhan Mahakuasa.
Hapuskan semua kesalahanku, b’rilah anugerah.
Oleh kasih dan kuasa-Mu kurasakan damai-Mu.
Aku tahu ‘Kau s’lalu dekat pada-Mu, limpahkan rahmat-Mu.
2
Kini aku sadari dosaku dan s’gala kekuranganku.
Namun kasih-Mu tetap padaku, sucikan diriku.
Kuserahkan s’luruh hidupku pada Tuhan yang benar.
Hatiku selalu bersyukur, Tuhan, serta berbahagia.
Kasihanilah, ya Tuhan, dan ampunilah diriku.
Hapuslah pelanggaranku, kar’na rahmat-Mu yang besar.
Sucikan, tahirkan aku, ya Tuhan.
Sucikan, tahirkan aku, ya Tuhan.
Tuhan, bebaskan aku dari dosaku.
2
Aku sadar penuh cela dan bergumul penuh sesal.
‘Ku berdosa terhadap-Mu, melakukan yang tak benar.
Ampuni diriku, o, ampunilah.
Ampuni diriku, o, ampunilah.
Karena sungguh adil keputusan-Mu.
3
Dalam dosa penuh cemar aku dikandung ibuku.
Namun ‘Kau s’lalu berkenan kebenaran di batinku.
Sucikan, tahirkan aku, ya Tuhan.
Sucikan, tahirkan aku, ya Tuhan.
Basuh aku, ya Tuhan, hingga ‘ku bersih.
4
Biarlah aku mendengar sukacita dan bergemar.
Biarlah tulang yang remuk ‘kan bersorak dengan senang.
Ya Tuhan, hapuslah kesalahanku.
Ya Tuhan, hapuslah kesalahanku.
Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku.
Mungkinkah aku pun serta tertolong oleh darah-Nya?
Akulah pangkal siksa-Nya, yang menyebabkan mati-Nya.
Agung benar, ya Tuhanku: Engkau tersiksa gantiku!
Agung benar, ya Tuhanku: Engkau tersiksa gantiku!
2
Para malak sekalipun tiada dapat mengerti
apa sebabnya Yang Kudus menanggung siksa yang keji.
Kasih-Nyalah alasannya menanggung dosa dunia.
Kasih-Nyalah alasannya menanggung dosa dunia.
3
Ditinggalkan-Nya takhta-Nya dan masuk dunia yang cemar;
ditanggalkan-Nya kuasa-Nya, terdorong kasih yang besar;
dan aku pun tertolonglah, terpilih jadi milik-Nya,
dan aku pun tertolonglah, terpilih jadi milik-Nya.
4
Jiwaku lama menjerit, dipasung dosa yang seram.
Surya-Mu bagiku terbit; penjaraku pun benderang.
Terbukalah pasunganku; ‘ku bangkit dan mengikut-Mu.
Terbukalah pasunganku; ‘ku bangkit dan mengikut-Mu.
5
Di dalam Yesus Penebus hukuman dosa hilanglah.
Kudapat hidup yang kudus, jubahku kebenaran-Nya;
‘ku mendekat ke takhta-Mu hendak terima tajukku.
‘Ku mendekat ke takhta-Mu hendak terima tajukku.
Tiada yang sehat dagingku sebab amarah-Mu,
dan tulangku tak selamat kar’na dosaku,
sebab kepalaku ditimpa kesalahanku,
dan semuanya terlalu berat bagiku.
Reff:
Janganlah, ya Tuhan, tinggalkan diriku,
dan janganlah jauh dari padaku.
Seg’ralah, ya Tuhan, menolong diriku,
sebab Engkau sumber kes’lamatanku.
2
Berharap aku pada-Mu, ya Tuhan Allahku;
Engkau akan memberi jawaban bagiku,
sebab tersandunglah diriku dan mulai jatuh,
kesakitan tak henti merundung diriku.
Bukan kar’na upahmu dan bukan kar’na kebajikan hidupmu,
bukan persembahanmu dan bukan pula hasil perjuanganmu:
Allah mengampuni kesalahan umat-Nya oleh kar’na kemurahan-Nya;
melalui pengorbanan Putra Tunggal-Nya ditebus-Nya dosa manusia.
Reff:
Bersyukur, hai bersyukur, kemurahan-Nya pujilah!
Bersyukur, hai bersyukur selamanya!
2
Janganlah ‘kau bermegah dan jangan pula meninggikan dirimu;
baiklah s’lalu merendah dan hidup dalam kemurahan kasih-Nya.
Keangkuhan tiada berkenan kepada-Nya; orang sombong direndahkan-Nya.
Yang lemah dan hina dikasihi-Nya penuh, yang rendah ‘kan ditinggikan-Nya.
Dalam lautan yang kelam, terancam jiwaku,
dalam dosa tenggelam, hilang harapanku.
Tapi Tuhan berkenan dengar seruanku,
lalu ‘ku dis’lamatkan Mukhalisku.
Reff:
Kasih kudus! Kasih kudus!
Yang t’lah mengangkatku: Kasih kudus!
Kasih kudus! Kasih kudus!
Yang t’lah mengangkatku: Kasih kudus!
2
Kasih-Nya kudus, besar, patut kubalaslah;
kar’na itu ‘ku gemar agungkan nama-Nya.
Kuserahkan hidupku bulat kepada-Nya,
melayani Tuhanku selamanya!
3
‘Kau yang hampir tenggelam pandanglah pada-Nya!
Tuhan Yesus t’lah menang: ‘kau ‘kan diangkat-Nya!
Laut yang mengamuk pun dibuat-Nya reda.
Yesus mau menolongmu: percayalah!
‘Ku diberi belas kasihan, walau tak layak hatiku;
tadi ‘ku angkuh, kini heran: Tuhan, besarlah rahmat-Mu!
Kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia,
kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia!
2
Walau ‘ku patut dihukumkan, Kaulah penuh anugerah:
darah Putra-Mu dicurahkan membasuh dosa dan cela.
Di manakah selamatku? Hanyalah dalam rahmat-Mu.
Di manakah selamatku? Hanyalah dalam rahmat-Mu.
3
Ini tetap pengakuanku, jikalau orang ingin tahu:
hanya berkat pengasihan-Mu rukunlah aku dan Engkau.
‘Ku merendahkan diriku dan kuagungkan rahmat-Mu,
‘ku merendahkan diriku dan kuagungkan rahmat-Mu.
4
Jangan seorang pun di dunia merampas harta hatiku:
dasar percaya yang ‘ku punya dan alas doa yang teguh;
hidup dan mati ‘ku tent’ram: rahmat-Mu, Tuhan, kugenggam,
hidup dan mati ‘ku tent’ram: rahmat-Mu, Tuhan, kugenggam.
5
Ya Tuhan, jangan ambil rahmat yang Kauberi kepadaku,
kar’na dengannya aku s’lamat sampai ke dalam rumah-Mu:
di sana kumuliakanlah rahmat-Mu s’lama-lamanya,
di sana kumuliakanlah rahmat-Mu s’lama-lamanya!
Masih ada waktu, lakukanlah yang baik.
Kar’na apapun yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Yang menabur dalam daging ‘kan menuai kebinasaan.
Yang menabur seturut Roh Allah ‘kan menuai kehidupan yang abadi.
Reff:
Masih ada waktu, lakukanlah yang baik.
Jika kita tak jadi lemah, pasti kita akan menuai.
Masih ada waktu, lakukanlah yang baik.
Masih ada waktu, lakukanlah yang baik.
2
Masih ada waktu, lakukanlah yang baik.
Hidup kita pun bagaikan rumput, hidup kita seperti bunga rumput,
merekah di waktu pagi namun layu di sore hari.
Tapi firman Tuhan semesta alam ‘kan kekal abadi selama-lamanya.
Perintah baru Kuberikan padamu,
agar kamu mengasihi satu sama yang lainnya,
seperti Aku sudah mengasihimu,
sehingga orang akan tahu engkau murid-Ku,
jikalau saling mengasihi.
Sehingga orang akan tahu engkau murid-Ku,
jikalau saling mengasihi.
Sang Hyang Mulia, Tuhanku, sebulat hati kusembah.
Kar’na kasih-Nya bagi manusia Dia memasuki dunia.
Menanggung siksa yang berat, mati di salib Golgota,
dosaku ditanggung-Nya: kini aku s’lamat oleh-Nya.
2
Sungguh bahagia hidupku, sudah dihapus dosaku.
Kini ‘ku lepas, bebas dari maut, dan beroleh hidup yang kekal.
Hidup tak lagi terbeban di dalam dosa yang kejam.
Hidup jadi berseri hanya kar’na kasih Tuhanku.
3
Kini kupakai hidupku untuk wartakan Injil-Nya.
Agar dikenal s’luruh dunia bahwa Yesus itu Penebus.
Agar mereka s’lamatlah dan hidupnya penuh berkah,
s’luruh umat manusia hidup dalam damai kasih-Nya.
Besarkan nama Tuhan, Haleluya;
kasih-Nya tak berkurang, Haleluya!
Sekalipun keluhan menimpa umat-Nya,
berkat-Nya ditemukan, Haleluya!
2
Dib’ri-Nya hidup baru, gelap menjadi t’rang;
sabda-Nya besertamu di ngarai yang kelam.
Hai kamu yang selalu pada-Nya berpegang,
tak usah ragu-ragu: tuntunan-Nya tent’ram!
3
Di dalam kekurangan – Kyrie eleison –
di tanah pembuangan di tanah Babilon,
kendati musim zaman menghitam dan mendung,
nama-Mu dibesarkan, pujian mendengung.
4
Kecapi digantungkan – Misericordia –
ke pohon gandarusa, terbungkam suaranya;
tetapi kasih Tuhan di Galilea
akhirnya menghiburkan, Haleluya!
5
Besarkan nama Tuhan, Haleluya;
di dunia serukan kemuliaan-Nya!
Janji-Nya dikukuhkan demi manusia:
besarkan nama Tuhan, Haleluya!
Kusiapkan hatiku, Tuhan, menyambut firman-Mu saat ini.
Aku sujud menyembah Engkau dalam hadirat-Mu saat ini.
Curahkanlah pengurapan-Mu kepada umat-Mu saat ini.
Kusiapkan hatiku, Tuhan, mendengar firman-Mu.
Firman-Mu, Tuhan, tiada berubah,
sejak semulanya dan s’lama-lamanya, tiada berubah.
Firman-Mu, Tuhan, penolong hidupku.
Kusiapkan hatiku, Tuhan, menyambut firman-Mu.
Taburkan firman-Mu, ya Tuhan, semaikanlah di hatiku.
Siramilah dengan Roh Kudus, bertumbuh dan makin mekar.
Berikan kekuatan kepada anak-anak-Mu,
menjadi kitab yang terbuka, dibaca dan diteladani.
2
Firman-Mu pelita bagiku dan suluh bagi jalanku.
‘Ku tidak takut kegelapan sebab Engkaulah panduku.
Bahagialah orang yang mendengarkan firman-Mu,
menjaga dan melakukannya di dalam s’luruh kehidupan.
Betapa indahnya ciptaan Tuhan kita:
Semua disiapkan untuk umat manusia,
dan kita diberi amanat oleh Tuhan
supaya menjaganya dan mengolahnya dengan benar.
Reff:
Marilah bersyukur memuji nama-Nya,
sebab besarlah karya Tuhan semesta.
Marilah bersyukur memuji nama-Nya,
dengan menjaga dan merawat karya-Nya.
2
Lautan luas terbentang dan amat kaya
dengan segala makhluk hidup yang di dalamnya.
Sawah dan ladang, bukit-bukit yang menghijau
tempat tanaman tumbuh bagi makhluk ciptaan Tuhan.
Hai makhluk alam semesta, Tuhan Allahmu pujilah
Haleluya, Haleluya!
Surya perkasa dan terang, candra kartika cemerlang,
puji Allah tiap kala: Haleluya, Haleluya, Haleluya!
2
Angin yang hebat menderu, awan berarak dan mendung,
Haleluya, Haleluya,
hawa cuaca yang cerah, musim penghujan marilah,
puji Allah tiap kala: Haleluya, Haleluya, Haleluya!
3
Air yang murni dan jernih, penawar haus, pembersih,
Haleluya, Haleluya,
api penghangat, penyenang, gagah periang dan terang,
puji Allah tiap kala: Haleluya, Haleluya, Haleluya!
4
Ibu pertiwi mulia, limpah dengan anugerah,
Haleluya, Haleluya,
bunga dan buah kauberi puspa semarak berseri;
puji Allah tiap kala: Haleluya, Haleluya, Haleluya!
5
Kamu yang tabah bergelut, insan pengampun dan lembut,
Haleluya, Haleluya,
damai penghias hatimu; mahkota surga bagimu!
Puji Allah tiap kala: Haleluya, Haleluya, Haleluya!
6
Hai maut, ‘kau bersamaku, tiada yang luput darimu.
Haleluya, Haleluya!
Alangkah berbahagia yang mati dalam Tuhannya!
Puji Allah tiap kala: Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Semua yang tercipta, hai alam semesta,
agungkan nama Tuhan dan puji kasih-Nya.
Matahari, bulan, bintang, burung-burung, ikan-ikan,
seluruh margasatwa di gunung dan lembah.
2
Semua manusia, hai ikutlah serta
memuji kasih Tuhan yang agung mulia.
Dalam Yesus, Putera-Nya, kita s’lamat selamanya;
segala sesuatu dibaharui-Nya.
3
Sekarang menderita seisi dunia
dan dosa manusia mengakibatkannya.
Tapi Yesus pun sengsara bagi kita yang bersalah,
terhapus dosa kita di salib Golgota.
4
Ya Yesus, Tuhan kami, ‘Kau bangkit mulia;
pun kami Kaubangkitkan, baptisan tandanya,
agar kami menerima hidup baru tak terkira
dan kami jadi saksi di alam semesta.
5
Semua yang tercipta, hai alam semesta,
agungkan nama Tuhan dan puji kasih-Nya.
Oleh Yesus disampaikan pengampunan, pendamaian.
Kelak di bumi baru genap semuanya.
Tuhan, karya-Mu sungguh besar ya Khalik semesta:
bintang dan bulan, surya terang, gunung, lembah yang tinggi-rendah,
laut yang dalam, sungai kecil ciptaan firman-Mu.
2
Tuhan, curahkanlah kasih-Mu, lindungi umat-Mu.
Biarlah Roh-Mu tinggal serta dan memb’ri kami hidup kekal.
Tuhan, dengarlah doa syukur, pujian pada-Mu.
Dulu Yesus berpuasa empat puluh hari lamanya.
Ia pun merasa lapar, si penggoda datang katanya,
“Bila ‘Kau Putra Ilahi, batu ini jadikanlah roti.”
Jawab Yesus, sabda-Nya, “Hidup tak hanya dengan roti.”
2
Kerajaan yang gemilang diperlihatkan kepada-Nya;
diserahkan bagi Yesus, asal Yesus mau menyembah.
“Kuberikan bagi Dikau, asal Tuan mau menyembahku.”
Jawab Yesus, sabda-Nya, “Hanya Allah boleh disembah.”
3
Maka Yesus pun diangkat ke tempat yang tinggi dan ngeri,
agar Yesus mau meloncat, hingga orang kagum tak henti.
“Jatuhkanlah Diri Anda, dan malaikat-Mu akan menjaga.”
Jawab Yesus, sabda-Nya, “Janganlah mencobai Allahmu.”
Ada orang yang sedang di dalam perjalanan;
tiba-tiba muncul orang jahat mencegatnya.
Dirampaslah hartanya, disakiti badannya,
ia pun terkaparlah di jalan yang lengang.
2
Imam dari suku Lewi lewat dan melihat:
ada orang yang sengsara dan perlu dirawat.
Apa yang dibuatnya bagi kawan seneg’ri?
Pura-pura tidak tahu dan terus pergi.
3
Ada orang asing dari tanah Samaria,
yang melihat dia, hatinya merasa iba:
luka dibersihkannya dan dibalut segera.
Orang Samaria, itulah sesamanya!
4
Ada mau menjadi seperti si Samaria,
akulah sesama bagi orang menderita;
bagi orang yang sedih, kawan maupun lawanku.
Itulah perintah Tuhan Yesus Penebus.
Besar dan ajaib seluruh karya-Mu, Allah, yang Mahakuasa!
Adil dan benar segala jalan-Mu, Raja segala bangsa!
Siapa tak takut, Tuhan, tak mengagungkan nama-Mu?
Sebab hanya ‘Kau yang kudus; semua bangsa akan datang
dan sujud menyembah, sujud menyembah,
sujud menyembah Engkau, Tuhan,
dan sujud menyembah, sujud menyembah,
sujud menyembah Engkau, Tuhan.
Gurun pasir akan bersukacita, tanah kering akan bersorak-sorai
seperti, seperti bunga mawar padang gurun ‘kan berbunga.
Mata air ‘kan terbit di sana, sungai mendirus padang belantara:
tanah kersang sungguh ‘kan menjadi sumber-sumber air!
Mari tuturkan kembali kisah yang indah benar,
warta berharga sekali: Yesus Pahlawan besar!
Bahwa di malam lahir-Nya malak menyanyi merdu:
“Hormat dib’ri bagi Allah: dunia beroleh restu.”
Reff:
Mari tuturkan kembali kisah yang indah benar,
warta berharga sekali: Yesus Pahlawan besar!
2
Waktu Almasih puasa di padang tandus gersang,
untuk dosaku digoda, tapi akhirnya menang.
Mari tuturkan derita dan sengsara-Nya pedih;
untuk manusia yang hina Ia disiksa perih.
3
Tuhan dipaku di salib, tubuh memar didera,
mati-Nya nista dan aib, lalu dikubur seg’ra.
Warta gembira sekali: “Kubur tak dapat menang;
Tuhan t’lah hidup kembali!” Kita beroleh senang.
Wahai anakku, janganlah kaulupakan ajaranku
dan biarkanlah hatimu mengamalkan perintahku;
panjang umurmu, juga lanjut usia,
damai sejaht’ra ditambahkan padamu.
Wahai anakku, janganlah kaulupakan ajaranku
dan biarkanlah hatimu mengamalkan perintahku;
2
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,
takutlah ‘kau akan Tuhan dan jauhi kejahatan.
Itu yang akan menyembuhkan tubuhmu
dan menyegarkan kekuatan ragamu.
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,
takutlah ‘kau akan Tuhan dan jauhi kejahatan.
3
Berbahagialah orang yang terus mendapat hikmat,
berbahagialah orang yang beroleh kepandaian,
keuntungannya jauh lebih dari perak,
juga hasilnya melebihi mas murni.
Berbahagialah orang yang terus mendapat hikmat,
berbahagialah orang yang beroleh kepandaian,
4
Kasih dan kesetiaan janganlah meninggalkanmu,
kalungkan pada lehermu, tuliskan pada loh hatimu,
maka ‘kau dapat penghargaan dan kasih
di mata Allah dan di mata manusia.
Kasih dan kesetiaan janganlah meninggalkanmu,
kalungkan pada lehermu, tuliskan pada loh hatimu,
‘Kau yang lama dinantikan, Jurus’lamat, datanglah,
agar kami Kausucikan dari dosa dan cela!
Umat-Mu tetap Kautuntun, ‘Kau Harapan kami pun!
Bangsa dunia menunggu penghiburan kasih-Mu.
2
Raja mulia, ‘Kau lahir bagai anak yang lembut,
agar kami Kauajari kasih Kerajaan-Mu.
Pimpin kami oleh Roh-Mu, hati pun perintahlah
dan demi kurban darah-Mu, b’rilah damai yang baka!
Kusongsong bagaimana, ya Yesus, datang-Mu?
Engkau Terang buana, ‘Kau Surya hidupku!
Kiranya ‘Kau sendiri Penyuluh jalanku,
supaya kuyakini tujuan janji-Mu.
2
Kaum Sion menaburkan kembang di jalan-Mu;
‘ku ikut mengelukan Dikau di hatiku.
Kunyanyi Hosiana, ya Raja, tolonglah!
Pada-Mulah kiranya hamba-Mu berserah.
3
Betapa ‘Kau berkorban hendak menghiburku
di kala ‘ku di jurang sengsara kemelut.
‘Kau datang, Jurus’lamat, dengan sejahtera:
Keluh-kesahku tamat dan hatiku cerah.
4
Di saat ‘ku terpasung, ‘Kau membebaskanku:
segala aib dan malu terhapus oleh-Mu.
Pada-Mu Kautambahi mahkota mulia,
bahagia abadi, pusaka yang baka!
5
Sebabnya Kautinggalkan takhta-Mu yang megah,
kasih-Mulah belaka terhadap dunia.
‘Kau rela menderita sengsara dan cela,
segala dukacita dengan manusia.
6
Hai insan yang berduka, tabahkan hatimu,
dan pandanglah ke muka, hai kamu yang lesu:
telah di ambang pintu Penolong mulia,
dengan harapan itu jiwamu pun lega.
7
Tak usah cari jalan, tak usah berlelah,
bersusah siang-malam mengatur datang-Nya.
Sengaja Ia datang melipur laramu,
menaruh kasih sayang, membuka belenggu.
8
Kendati hutang dosa membuatmu gentar,
pada-Nya ‘kau sentosa, anug’rah-Nya besar!
Bagimu Ia datang menjadi Penebus;
sejaht’ra Kerajaan warisanmu terus!
9
Tak lagi menakutkan kuasa yang gelap:
semua lawan Tuhan menghilang serempak.
Seg’ra Rajamu datang penuh karunia
membawa kemenangan selama-lamanya!
10. Yang datang menghakimi seisi dunia,
rahmani dan rahimi membela umat-Nya.
Ya datang, Matahari, sinari umat-Mu;
pada-Mu kami cari bahagia penuh.
Hai waris Kerajaan, Rajamu sambutlah!
Siapkan kedatangan Penghibur dunia!
Dan tampil ke depan, nyanyikan Hosiana;
berharaplah pada-Nya, penuh dengan iman!
2
Hai insan yang berduka, Rajamu t’lah dekat:
Penolong orang susah, Pelindung kaum penat.
Besarkan hatimu dengan penghiburan-Nya:
Firman dan Sakramen-Nya membuatmu teguh!
3
Hai kamu yang merana, Rajamu tak lemah.
Tengadahlah di sana bersinar bintang-Nya!
Di dalam kemelut kasih-Nya tak berkurang
dan sungguh menghiburkan melawan kuasa maut.
4
Hai mari, fakir miskin, Rajamu tak lelah
merawat yang merintih, mengangkat yang rendah.
Kembang dan burung pun dib’ri-Nya sandang-pangan:
seluruh Kerajaan kekal warisanmu.
5
Hai umat yang sengsara, Rajamu tidak jauh:
keluh-kesah dan lara, niscaya Ia tahu.
Lenyap selamanya cemas dan dukacita:
ternyata Allah kita mengingat anak-Nya.
6
Hai, bangunlah, saudara, Rajamu songsonglah,
yang datang berkendara lembut dan mulia!
Arahkan langkahmu menyambut Jurus’lamat
yang mau menaruh rahmat selaku Penebus.
7
Ya Yesus, Raja agung, Kaub’rikan diri-Mu;
Cela dan aib Kautanggung dan dosa Kautebus.
Seluruh umat-Mu menyanyi Hosiana
dan sampai selamanya pada-Mu bersyukur.
Gapuramu lapangkanlah menyambut Raja mulia,
Sang Maharaja semesta dan Jurus’lamat dunia;
sejahtera dibawa-Nya. Dengan meriah nyanyilah,
“Terpuji Penebus, Gembala yang kudus.”
2
Benar dan adil hukum-Nya, dan rahmat lambang kuasa-Nya!
Mahkota-Nya kekal kudus, dan wahana-Nya lemah lembut.
Berakhirlah keluh kesah. Dengan meriah soraklah
“Terpuji Penebus, Penolong yang kudus.”
3
Selamat berbahagia neg’ri yang memiliki-Nya.
Selamat hati yang rendah yang sudah dimasuki-Nya.
Selaku Surya yang benar dib’ri-Nya nikmat yang besar.
Terpuji Penebus, Pelipur yang kudus.
4
Gapuramu lapangkanlah, hatimu jadi rumah-Nya;
Lambaikan daun di tanganmu menyongsong Raja Agungmu.
Sang Jurus’lamat t’lah dekat membawa hidup dan berkat.
Terpuji Penebus, Pendamai yang kudus.”
5
Ya Kristus, Jurus’lamatku, kubuka hati bagi-Mu.
Ya Tuhan, masuk dan beri pengasihan-Mu tak henti
dan Roh Kudus jadikanlah Penunjuk jalan yang baka.
Nama-Mu, Penebus, terpujilah terus!
Hilangkanlah duka dan beban,
mari masuk pelataran-Nya.
Persiapkan hati bagi-Nya,
madah indah, hai nyanyikanlah!
Tiup suling, tabuhlah gendang,
sambut Raja damai, Pemenang!
Reff:
Soraklah, hai umat-Nya,
mari sujud menyembah!
Kristus Raja mulia:
puji Dia s’lamanya.
2
Segenap gerbang terangkatlah,
yang terkunci, hai terbukalah,
agar masuk Raja semesta,
Raja kemuliaan yang kekal.
Tiup suling, tabuhlah gendang,
sambut Raja damai, Pemenang!
3
Siapakah Sang Raja mulia
yang memasuki pintu gerbang?
Dia jaya, Tuhan semesta!
Dialah perkasa di perang.
Tiup suling, tabuhlah gendang,
sambut Raja damai, Pemenang!
Ya Yesus, Dikau kurindukan,
lipurkan lara batinku;
seluruh hatiku terbuka
menyambut kedatangan-Mu.
Bahagia, Terang surgawi,
Engkau Harapan dunia:
terbitlah, Surya Mahakasih,
dan jiwaku terangilah!
2
Hatiku biar Kaujadikan
palungan-Mu yang mulia
dan dalam aku Kaucerminkan
terang surgawi yang baka,
sebab dengan kehadiran-Mu
keluhan batinku lenyap.
Kiranya lahir dalam aku
dan tinggallah serta tetap!
3
Puaskanlah, ya Jurus’lamat,
seluruh kerinduanku.
Dengan rendah, jernih dan taat
hatiku siap bagi-Mu;
hendak pada-Mu kuabdikan
perananku di dunia;
cemas dan duka Kausingkirkan:
ya Yesus, mari, masuklah!
Bernyanyilah merdu, lambungkanlah syukur!
Jurus’lamat dunia dan Surya hidupmu
terbaring di palungan di malam yang kudus:
Yesus, Penebus, Yesus, Penebus.
2
O Bayi yang lemah, hatiku hiburlah;
b’rikanlah berkat-Mu, curahkan karunia
dan bimbinglah jalanku di dalam dunia.
Raja mulia, Raja mulia.
3
Pada-Mu yang lembut ‘ku datang bertelut.
‘Kau menanggung dosa seluruh umat-Mu
dan Kauberi sentosa mengganti kemelut.
‘Ku sembah sujud, ‘ku sembah sujud.
4
Di surga bergema nyanyian Gloria:
segenap malaikat memuji Tuhannya.
Sejahtera dan s’lamat mengisi dunia
s’lama-lamanya, s’lama-lamanya.
Bintang-bintang cemerlang pada langit yang cerah,
menyinari, menghiburi domba dan gembalanya.
Malam nyaman dan senyap, kini berseri.
Kidung manis menggema: “Damailah di dunia!”
2
Mari kita bergegas menyembah Sang Penebus,
yang t’lah lama dinantikan, janji Tuhan t’lah genap.
Raja Damai nan Ajaib, Bapa Abadi,
Taruk dari Batang Daud, Penebusmu dari maut.
Di malam sunyi bergema nyanyian mulia.
Malaikat turun mendekat dengan beritanya,
“Sejaht’ra bagi dunia, t’lah datang Penebus.”
Heninglah bumi mendengar nyanyian yang kudus.
2
Tetap malaikat menembus angkasa yang gelap,
membawa kidung damai-Nya di bumi yang penat;
sayapnya dikembangkannya di atas yang sendu;
di kancah dosa terdengar nyanyian yang kudus.
3
Tetapi dosa pun tetap melanda dunia,
menyangkal kidung Kabar Baik sekian lamanya.
Hai insan, buka hatimu, mengapa rusuh t’rus?
Diamkan gaduh dan dengar nyanyian yang kudus.
4
Hai, kamu yang menanggung b’rat, yang hidup tertekan,
mendaki, susah jalanmu, langkahmu pun pelan,
hai lihat, hari jadi t’rang, bebanmu ditebus.
Tabahkan hati dan dengar nyanyian yang kudus.
5
T’lah hampir penggenapannya nubuat kaum nabi:
‘Kan datang zaman mulia, indahnya tak terp’ri.
Seluruh dunia ‘kan penuh sejaht’ra Penebus
serta mengulang menggema nyanyian yang kudus.
Di palungan dibaringkan Putra Allah yang kudus;
tidur-Nya di kandang hewan, kandang domba dan lembu.
Berbahagia gembala mendengar beritanya,
segera pergi ke sana dan pada-Nya menyembah.
2
Berbahagia semua yang mendapat kabarnya,
apalagi yang menyambut Dia dalam hatinya.
Anak suci, Jurus’lamat, kandang hewan rumah-Mu,
Sudilah, ya Yesus, turun juga dalam hatiku.
3
Hatiku Engkau dapati bagai kandang tak bersih;
maukah Tuhan mendiami hati hina dan keji?
Tuhan Yesus mari masuk, buat Natal bagiku,
hatiku jadikan surga oleh kehadiran-Mu.
4
Dan kepada tiap orang yang hatinya membeku,
kar’na tidak menghayati arti kelahiran-Mu,
b’rilah, Tuhan, dari surga sukacita yang kudus,
agar ikut merayakan Hari Lahir Penebus!
Gembala yang ada di padang
menjaga kawanan ternak,
dombanya terlena dan aman,
jumlahnya terhitung lengkap.
T’rus datang malaikat bernyanyi
membawa berita besar.
Gembala pergi menjumpai
di Betlehem T’rang Benar!
2
Setiba mereka di sana
melihat Sang Bayi lembut,
terharu mereka bersama
berdoa dengan bertelut.
T’rang kudus bersinar di kandang
dan hati menjadi cerah,
tatkala mereka memandang
Penolong manusia.
3
Ya Anak yang rela terbaring
di kandang yang amat rendah,
supaya pada-Mu berpaling,
tobatkanlah kami seg’ra.
‘Kau datang menanamkan kasih,
pengganti dengki dan perang;
kuasa gelap Kauatasi,
kasih-Mu kekal menang!
Gita surga bergema, “Lahir Raja mulia!
Damai dan sejahtera turun dalam dunia.”
Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,
permaklumkan Kabar Baik: Lahir Kristus, T’rang ajaib!
Gita surga bergema, “Lahir Raja mulia!”
2
Yang di surga disembah, Kristus, Raja yang baka,
lahir dalam dunia dan Maria bunda-Nya.
Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal;
dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!
Gita surga bergema, “Lahir Raja mulia!”
3
Raja Damai yang besar, Surya Hidup yang benar,
menyembuhkan dunia di naungan sayap-Nya,
tak memandang diri-Nya, bahkan maut dit’rima-Nya,
lahir untuk memberi hidup baru abadi!
Gita surga bergema, “Lahir Raja mulia!”
Hai gembala Efrata,
mari bangun, tengoklah!
Suara malak dari surga
berkumandang di udara:
Gloria, Gloria!
Kidung yang belum pernah
terdengar di dunia
bawa kabar yang senang
dari langit yang cerlang.
2
Betlehem di Efrata,
baik di sana carilah
Anak dalam kain bedungan
yang berbaring di palungan:
Gloria, Gloria!
Kanak-kanak itulah
Tuhan seg’nap dunia.
Bangun, carilah terus
Putra itu yang kudus.
3
Persembahan apakah
kamu b’ri kepada-Nya?
Hati rendah dipilih-Nya
daripada harta dunia:
Gloria, Gloria!
Mari mengabarkanlah
sampai ujung dunia
kelahiran Putera,
Jurus’lamat dunia.
Hai kota mungil Betlehem, betapa ‘kau senyap;
bintang di langit cemerlang melihat ‘kau lelap.
Namun di lorong g’lapmu bersinar T’rang baka:
harapanmu dan doamu kini terkabullah.
2
Sebab bagimu lahir Mesias, Tuhanmu;
malaikatlah penjaga-Nya di malam yang teduh.
Hai bintang-bintang fajar, b’ritakan Kabar Baik:
Sejahtera di dunia! Segala puji naik!
3
Tenang di malam sunyi t’rang surga berseri;
demikianlah karunia bagimu diberi.
Datang-Nya diam-diam di dunia bercela;
hati terbuka dan lembut ‘kan dimasuki-Nya.
4
Ya Yesus, Anak Betlehem, kunjungi kami pun;
sucikanlah, masukilah yang mau menyambut-Mu.
Telah kami dengarkan Berita mulia:
‘Kau beserta manusia kekal selamanya.
Hai mari, berhimpun dan bersukaria!
Hai mari semua ke Betlehem!
Lihat Yang lahir, Raja bala surga!
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
2
Terang yang ilahi, Allah yang sejati,
t’lah turun menjadi manusia.
Allah sendiri dalam rupa insan!
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
3
Gembala dipanggil dari padang raya
menuju palungan-Nya yang rendah.
Kita pun turut bergegas ke sana!
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
4
Melihat bintang-Nya, datang orang Majus
Menghantar emas, kemenyan dan mur.
Marilah kita persembahkan hati.
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
5
Cahaya abadi dari Allah Bapa
kentara berwujud di dunia:
Anak ilahi berbalutkan lampin.
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
6
Demi kita ini Ia sudah lahir.
Peluk Dia dalam iman teguh:
cinta kasih-Nya patut kita balas.
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
7
Hai para malaikat, angkatlah suaramu,
biduan surgawi, bernyanyilah!
Muliakan Allah, Bapa dalam surga!
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
8
Ya Tuhan yang lahir pada hari ini,
Ya Yesus, terpujilah nama-Mu!
Firman abadi yang menjadi daging!
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
‘Kau, Yesus, Raja Mahakaya,
‘Kau jadi miskin bagiku.
Takhta-Mulah palungan saja,
kandang rendah istana-Mu.
‘Kau, Yesus, Raja Mahakaya,
‘Kau jadi miskin bagiku.
2
‘Kau, Tuhan, Allah Mahamulia,
‘Kau jadi insan bagiku.
Yang Kautebus di dalam dunia
hidup kekal bersama-Mu.
‘Kau, Tuhan, Allah, Mahamulia,
‘Kau jadi insan bagiku.
Mari, lihatlah semua
tanda kasih Allahmu;
lihatlah Harapan dunia
dalam Bayi yang kudus!
Firman, namun tanpa kata,
Tuan, namun tanpa hak,
Raja, namun tanpa takhta,
Nur di malam yang gelap.
Lihat Dia, Yang Mulia,
tidak diberi tempat.
2
Lihat Dia dalam lampin,
bersahaja dan lemah -
Yang menunggang sayap angin
dan di surga disembah.
Lihat Bayi ditidurkan,
tidak sadar harkat-Nya, -
Yang di surga diluhurkan:
Hikmat Allah yang baka!
Lihat Tuhan di palungan:
yang memangku semesta.
3
Bayi Yesus, ya Tuhanku
dalam rupa yang lemah,
b’rilah daku iktikad-Mu,
b’rilah hati yang rendah.
Buat aku asuhan-Mu,
suci oleh kurban-Mu,
bebas oleh tanggungan-Mu,
kaya oleh miskin-Mu.
Buat aku jadi baru,
hidup oleh mati-Mu!
Muliakanlah, muliakanlah
Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi!
Damai sejaht’ra turun ke bumi
bagi orang kesayangan-Nya.
Muliakanlah Tuhan Allah!
Muliakanlah Tuhan Allah!
Damai sejaht’ra turun ke bumi;
damai sejaht’ra turun ke bumi
bagi orang, bagi orang kesayangan-Nya,
bagi orang, bagi orang kesayangan-Nya.
Muliakanlah, muliakanlah
Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi!
Damai sejaht’ra turun ke bumi
bagi orang kesayangan-Nya.
Amin, Amin, Amin.
S’lamat, s’lamat datang, Yesus Tuhanku!
Jauh dari surga tinggi kunjungan-Mu.
S’lamat datang, Tuhanku, ke dalam dunia;
damai yang Kaubawa tiada taranya.
Salam, salam!
2
“Kyrie, eleison”: Tuhan, tolonglah!
Semoga kidung kami tak bercela.
Bunda-Mu Maria diberi karunia
melahirkan Dikau kudus dan mulia.
Salam, salam!
3
Nyanyian malaikat nyaring bergema;
gembala mendengarnya di Efrata:
“Kristus sudah lahir, hai percaya kabarku!
Dalam kandang domba ‘kau dapat bertemu.”
Salam, salam!
4
Datang orang Majus ikut bintang-Nya,
membawa pemberian dan menyembah.
Yang dipersembahkan: kemenyan, emas dan mur;
pada Jurus’lamat mereka bersyukur.
Salam, salam!
T’lah turun ke dunia, tinggalkan takhta-Nya,
kemuliaan surga di tanggal semesta,
tiada bagi-Nya tempat di Betlehem.
O, b’rilah, hai manusia tempat di hatimu!
Mari sembah, ucap syukur,
kar’na besar anug’rah Tuhanmu yang b’ri Imanuel.
Waktu malam yang sepi terdengar berita;
bala surga memberi kabar sukacita.
Hai gembala Efrata, mari ikutlah serta
dengan suaramu dan serulingmu
dan gendang, genderang, bertepuk menari:
Jurus’lamat lahir!
2
Bintang fajar t’lah terbit bersemarak mulia,
menyinari yang sedih, menghiburkan dunia.
Segenap manusia, mari bergembiralah
dengan suaramu dan kolintangmu,
berdentang, berdenting, bertepuk menari:
Jurus’lamat lahir!
Tuhanku, biarlah kini hamba-Mu pergi
sesuai firman-Mu, dalam damai sejahtera.
Karunia s’lamat-Mu t’lah dilihat mataku.
S’lamat-Mu yang Kaub’ri di hadapan dunia.
2
Tuhanku, s’lamat-Mu adalah t’rang yang kekal,
dan terang itulah jadi pernyataan-Mu.
Dan semua bangsa lain akan lihat nyatanya.
Terang-Mu jadilah kemuliaan umat-Mu.
Yesus t’lah datang memb’ri sukacita;
Alfa, Omega dan Firman kekal.
Allah sejati dan Maha Pencipta
bagai manusia kita kenal!
Surga dan bumi, siarkan berita:
Yesus t’lah datang memb’ri sukacita!
2
Yesus t’lah datang! Terputus ikatan
yang dalam dosa dan maut menjerat!
Rantai diganti dengan kelepasan
dari kungkungan kuasa gelap.
Habislah duka, lenyap kecemasan:
Yesus t’lah datang! Terputus ikatan!
3
Yesus t’lah datang dengan berkuasa;
Ia mendobrak penjara teguh!
Benteng neraka pun porak-poranda,
jalan merdeka terbuka penuh!
Sudahkah kini, hai Iblis, kaurasa?
Yesus t’lah datang dengan berkuasa!
Yesus di perahu dengan murid-Nya,
datang badai dan gelombang menerjang,
Yesus bangun dan menghardik, badai topan pun reda;
para murid tercengang melihatnya.
Murid Yohanes Pembaptis
bertanya kepada Yesus,
“Sungguhkah ‘Kau yang dinanti?”
Yesus menjawabnya,
“Wartakanlah yang kaulihat:
Orang buta melihat,
orang lumpuh berjalan,
orang tuli mendengar,
orang buta sembuh,
orang mati dibangkitkan,
orang miskin beroleh kabar baik.”
Kami buta terhadap cinta-Mu,
sembuhkanlah, ya Tuhan.
Kami lumpuh dalam melaksanakan tugas kami,
sembuhkanlah, ya Tuhan.
Kami tuli terhadap panggilan-Mu,
sembuhkanlah, ya Tuhan.
Bangkitkanlah semangat kami
untuk mewujudkan amanat-Mu.
Orang sakit lumpuh sungguh tak berdaya
diantarkan pada Tuhan Yesus.
Dia dibaringkan pada suatu tilam
dan berharap disembuhkan-Nya.
Yesus pun berkata pada orang lumpuh,
“Sudah diampuni dosa-dosamu.”
Tapi tak senanglah para ahli Taurat;
ucap dalam hati, “Yesus menghujat.”
2
Yesus pun melihat iman sungguh kuat,
dan menyapa orang lumpuh itu:
Bangun dan angkatlah alas kamu tidur!
Dan si lumpuh bangkit t’lah sembuh.
Orang banyak kagum akan kuasa Yesus,
dan memuliakan Allah yang besar.
Orang banyak kagum akan kuasa Yesus,
dan memuliakan Allah yang besar.
Talita kum, anak, bangkitlah!
Talita kum, anak, bangkitlah!
Dan anak bangkit dengan tegap,
dan semua heran, senang.
Dan anak bangkit dengan tegap,
dan semua heran, senang.
Reff:
T’rima kasih, Tuhan Yesus, untuk kasih-Mu.
T’rima kasih, Tuhan Yesus, untuk kasih-Mu.
2
Talita kum, umat, bangkitlah!
Talita kum, umat, bangkitlah!
B’ritakan Injil ke dunia,
dan muliakan nama-Nya.
B’ritakan Injil ke dunia,
dan muliakan nama-Nya.
Insan, tangisi dosamu!
Ingatlah, Kristus menempuh
jalan penuh sengsara
dan bagai hamba terendah
Ia kosongkan diri-Nya
menjadi Perantara.
Yang mati dihidupkan-Nya,
yang sakit disembuhkan-Nya,
yang hilang Ia cari,
berkurban diri akhirnya,
memikul dosa dunia,
di atas kayu salib.
2
Syukur, pujian dan sembah
kepada Dia angkatlah
yang mati bagi kita.
Ikutlah Dia yang menang,
pikullah salib dan beban
dengan bersukacita!
Kasih-Nya perkenalkanlah
dan dalam kuasa nama-Nya
kalahkanlah yang jahat.
Ingat darah-Nya yang kudus,
yang bagi Allah Bapamu,
berharga tinggi amat!
‘Ku ingin menghayati sengsara Tuhanku.
Semoga kudapati, ya Yesus, rahmat-Mu!
Beban kesalahanku membuatku lelah;
berilah hidup baru, ya Yesus, tolonglah!
2
O ingat akan daku yang hilang tersesat;
bertimbunlah dosaku yang menekan berat.
Jalan-Mu kulalaikan, hidupku bercela;
Engkau penuh kebaikan, ya Yesus, tolonglah!
3
Waktu yang Kauberikan terbuang olehku;
tidak kuperhatikan nasihat sabda-Mu.
Jiwaku menderita dan berkeluh-kesah;
o Sumber sukacita, ya Yesus, tolonglah!
4
Kiranya Kausembuhkan hatiku yang sedih,
sudilah menghapuskan dosaku yang keji.
‘Ku rindu akan hidup yang suci mulia
hentikanlah tangisku, ya Yesus, tolonglah!
Yerusalem, pusaka Daud,
betapa ‘kau berubah!
Mengapakah tak lagi ‘kau
menjunjung citra surga?
Mesias datang padamu
mencari kebajikan,
wajahmu dingin membeku
dan Dia Kausalibkan.
2
Yerusalem, mengapakah
kausangkal maksud Tuhan?
Di manakah sejahtera
yang harus kauwujudkan?
Di zaman dulu sang Firaun
telah berbuat jahat,
tak ubah kini pun engkau
membunuh Jurus’lamat.
3
Yerusalem, o bundaku,
nabi-nabi kaubunuh,
dan yang diutus padamu
engkau lempari batu.
Merindu Yesus, Putra Daud,
mengumpulkan anakmu;
engkau ternyata tidak mau,
sebab terlalu angkuh.
4
Yerusalem, Yerusalem,
Rajamu sudah datang!
Seorang Anak Betlehem
empunya Kerajaan.
Takhta-Nya suci dan teguh,
damai-Nya tak berlalu
dan Ia menjadikanmu
Yerusalem yang baru.
Di malam g’lap seram, senyap,
dengar ada keluhan,
suara lelah penuh kesah,
ditindih ketakutan:
“Ya Bapa-Ku. piala-Ku
mestikah Kukosongkan?
Bila mesti dalam jeri
jangan ‘Ku Kautinggalkan.”
2
Putra kudus, Sang Penebus,
sedikit tiada noda;
kini rebah kar’na lelah,
peluh-Nya campur darah.
Rembulan yang tadinya t’rang
tak tahan menyaksikan.
Awan pekat telah sekat
sinarnya dari Tuhan.
3
Bila kelak aku tegak
di pintu kematian,
derita-Mu, ya Yesusku,
Pelitaku di jalan.
Lepaskanlah, luputkanlah
hasratku dari dunia.
Hidup baka berikanlah
di surga-Mu yang mulia.
Anak Domba Allah
yang menjadi kurban demi manusia.
Dia disakiti,
dihina, disiksa, dan juga dihujat.
Lihatlah darah-Nya yang suci
yang tercurah di kayu salib.
2
Yesus, ajar kami
untuk memahami pengurbanan-Mu,
agar kami sadar
atas kesalahan serta dosa kami.
Ya Tuhan, ampunilah kami,
agar kami berlimpah rahmat.
Golgota, tempat Tuhanku disalib dan dicela,
agar dunia damai pula dengan Allah, Khaliknya.
Dari sanalah mengalir sungai kasih karunia
bagi orang yang berdosa, yang memandang Golgota.
2
O samud’ra kasih Allah: bagi isi dunia
diberi-Nya Putra Tunggal, agar kita s’lamatlah!
Yesus, Jalan, Kebenaran, Sumber Hidup yang baka,
t’lah berkurban bagi kita pada salib Golgota.
3
Mari kita muliakan cinta kasih Penebus:
dosa kita Dia hapus dengan darah yang kudus.
Ia taat sampai mati pada salib Golgota.
Kita hidup oleh Dia: Puji Tuhan s’lamanya!
Kepala yang berdarah, tertunduk dan sedih,
penuh dengan sengsara dan luka yang pedih,
meski mahkota duri menghina harkat-Mu.
‘Kau patut kukagumi: terima hormatku.
2
O wajah yang mulia, yang patut disembah
dan layak menerima pujian dunia,
sekarang diludahi, dihina, dicerca,
disiksa, dilukai, yang salah siapakah?
3
Ya Tuhan, yang Kautanggung yaitu salahku;
dosaku t’lah Kaugantung di kayu salib-Mu.
O, kasihani daku yang harus dicela;
ampunilah hamba-Mu, beri anugerah!
4
Gembala yang setia, terima domba-Mu!
‘Kau Sumber bahagia, Penuntun hidupku.
Sabda-Mu t’lah membuka karunia tak terp’ri
dan nikmat dari surga padaku Kauberi.
5
Syukur sebulat hati kub’rikan pada-Mu,
ya Yesus yang t’lah mati demi selamatku.
Hendaklah ‘ku terhibur dengan tuntunan-Mu:
pada-Mu ‘ku berlindung di akhir hayatku.
6
Di saat aku mati, ‘Kau tinggallah serta;
di pintu maut nanti, ya Tuhan, datanglah!
Di kala kecemasan menghimpit hatiku,
berilah kekuatan berkat sengsara-Mu.
7
Engkaulah perlindungan di saat ajalku;
salib-Mulah, ya Tuhan, penghibur anak-Mu
dan wajah-Mu kupandang dengan iman teguh.
Berbahagia orang yang mati dalam-Mu!
Lihatlah Anak Insan berjubahkan kain ungu.
Di kepala-Nya dikenakan mahkota berduri.
Menetes peluh dan darah mengucur basahi bumi,
serasa lutut tak mampu menopang tubuh lagi.
2
Bertubi cambuk, tombak melayang menghunjam tubuh,
bertaburan ludah hinaan dan tawa ejekan.
Betapa bunda Maria tersungkur menahan duka;
semua kekasih Yesus menangis tersedu.
3
Betapa tak terlintas di akal, di lubuk hati,
bahwa Yesus harus dihina dan mati disalib.
O Yesus, tolonglah kami, kuatkanlah iman kami,
supaya kami pahami tujuan sengsara-Mu.
Menjulang nyata atas bukit kala
t’rang benderang salib-Mu, Tuhanku.
Dari sinarnya yang menyala-nyala
memancar kasih agung dan restu.
Seluruh umat insan menengadah
ke arah cah’ya kasih yang mesra.
Bagai pelaut yang karam merindukan
di ufuk timur pagi merekah.
2
Salib-Mu, Kristus, tanda pengasihan
mengangkat hati yang remuk redam,
membuat dosa yang tak terperikan
di lubuk cinta Tuhan terbenam.
Di dalam Tuhan kami balik lahir,
insan bernoda kini berseri,
teruras darah suci yang mengalir
di salib pada bukit Kalvari.
Sang Anak Domba yang kudus
memikul dosa dunia,
rela dan sabar menebus
hutang besar manusia.
Lihatlah Dia menempuh
jalan sengsara dan keluh,
menurut dan setia.
Ia dihina, disesah,
mati di salib Golgota,
berkata: “Ku sedia.”
2
Dialah Jurus’lamatku,
Kawan yang tak bertara,
Pembawa damai yang penuh,
disuruh Allah Bapa:
“Pergilah ‘Kau, hai Anak-Ku,
terimalah di pundak-Mu
akibat dosa dunia;
bebaskanlah manusia
dari hukuman dan cela:
Engkaulah Penebusnya.”
3
“Ya Bapa, Aku Hamba-Mu,
yang Kaupesan Kutanggung;
sabda-Mu niat hati-Ku
dan maksud-Mu Kusanjung.”
O kuasa kasih tak terp’ri:
Yang Mahakuasa memberi
Putra-Nya yang tercinta!
Kasih Ilahi yang kudus,
ke dalam maut Kautembus:
kuasa-Mu tak terhingga!
4
Sepanjang umur hidupku
kuingat Dikau, Tuhan;
ya Yesus, di rangkulan-Mu
hatiku Kausembuhkan.
Dalam gelap Engkau Terang,
di malam duka ‘Kau Teman
yang menabahkan hati.
Inilah yang menghiburku,
bahwa ‘ku jadi milik-Mu
baik hidup maupun mati.
5
‘Kau, Anak Domba yang lembut,
kupuji siang malam
dan diriku dengan syukur
pada-Mu kuserahkan.
Biarlah daya hidupku
melimpah ruah bagi-Mu
mengungkap t’rima kasih,
hingga pahala karya-Mu
yang Kauperoleh bagiku
kuingat tiap hari.
6
Hendak kuminum cawan-Mu
dalam Kerajaan-Mu;
darah-Mu kemegahanku
dan pembersih jubahku.
Mahkota hidup yang baka
akan kupakai menyembah
menghadap takhta Bapa.
Kaulah kekal Pengantinku:
tak bercela di sisi-Mu
‘ku masuk rumah Allah.
Tatkala ‘Kau ‘kan ditawan,
tiada Engkau mau melawan.
Hati remuk tak terp’ri
menerima cium keji.
Tidak seorang pun kawan,
murid semua menghilang
bagaikan domba kelu
Kauikut penyiksa-Mu.
Reff:
Bagikulah ‘Kau menyerah,
memb’rikan nyawa-Mu.
Kini jelas aku lepas
dari beban dosaku.
2
‘Kau diludahi, dihina,
‘Kau dipecut dan disiksa,
muka terluka, lebam
oleh duri tajuk kejam.
Ya Yesus, kar’na dosaku
akulah patut dipaku
namun kasih-Mu besar
melepaskan aku cemar.
Tercurah darah Tuhanku di bukit Golgota;
yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya,
terhapus dosanya, terhapus dosanya,
yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya.
2
Penyamun yang di sisi-Nya dib’ri anugerah;
pun aku yang penuh cela dibasuh darah-Nya,
terhapus dosanya, terhapus dosanya,
yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya.
3
Ya Anak Domba, darah-Mu tak hilang kuasanya,
sehingga s’lamat umat-Mu dan suci s’lamanya,
dan suci s’lamanya, dan suci s’lamanya,
sehingga s’lamat umat-Mu dan suci s’lamanya.
4
Sejak kupandang salib-Mu dengan iman teguh,
kupuji kasih-Mu terus seumur hidupku,
seumur hidupku, seumur hidupku,
kupuji kasih-Mu terus seumur hidupku.
5
Dan jika nanti lidahku tak lagi bergerak,
tetap kupuji kuasa-Mu di surga-Mu kelak,
di surga-Mu kelak, di surga-Mu kelak,
tetap kupuji kuasa-Mu di surga-Mu kelak.
Tersalib dan sengsara
‘Kau, Yesus Tuhan-ku,
terkulai menderita
akibat salahku;
dengan hati yang pilu,
sedih tak terperi
kulihat ‘Kau disiksa,
oh, dahsyat dan keji.
2
Alam berdukacita
dan langit menggelap
saksikan Putra Allah
membuat Firman g’nap;
ditanggung s’gala siksa
yang sakit dan pedih
demi tebusan dosa
manusia di bumi.
3
Tertumpah darah Yesus
di bukit Kalvari;
dipikul dengan tulus
durhaka insani.
Bertobatlah, manusia,
memohon ampun-Nya,
supaya disucikan
di dalam darah-Nya!
Yesus, ‘Kau kehidupanku,
‘Kau penumpas mautku;
pada salib ‘Kau dipaku
sampai mati gantiku,
agar aku mendapati
hidup baru yang abadi.
Syukur hati tak henti
kepada-Mu kuberi.
2
Yesus, ‘Kau telah memikul
fitnah, siksa terbesar;
‘Kau ditambat dan dipukul,
walau hidup-Mu benar,
agar aku tak binasa,
s’lamat dari rantai dosa.
Syukur hati tak henti
kepada-Mu kuberi.
3
Tinggi hatiku t’lah pupus
oleh kelembutan-Mu;
oleh mati-Mu Kauhapus
rasa pahit matiku.
Oleh nista yang Kautanggung
‘ku yang hina jadi agung.
Syukur hati tak henti
kepada-Mu kuberi.
4
T’rima kasih, Jurus’lamat,
atas pengorbanan-Mu:
atas sakit-Mu yang sangat,
atas pahit mati-Mu.
Atas luka, atas bilur,
atas salib yang Kau pikul,
syukur hati tak henti
kepada-Mu kuberi.
Pagi yang gemilang,
Haleluya! Penuh berkat yang tak terbilang,
Haleluya! Tuhan menang!
Iblis dikalahkan,
Haleluya! Dan kuasanya dipatahkan,
Haleluya! Tuhan menang!
Reff:
Tuhanku Pahlawan
tak dapat ditawan,
dan tak terkalahkan oleh maut.
Tuhan-ku Pahlawan
tak dapat ditawan
dan tak terkalahkan oleh maut.
2
S’gala puji syukur,
Haleluya! Kuasa iblis t’lah tersungkur,
Haleluya! Tuhan menang!
Sungguh Kristus bangkit,
Haleluya! Dan kuasa maut pun berakhir,
Haleluya! Tuhan menang!
Hari Minggu, Hari Kebangkitan,
kami sambut fajarmu.
Di terangmu daya maut hilang,
kalah sudah seteru.
Kristus, Matahari kehidupan,
o, pancarkan sinar penghiburan
dan harapan yang penuh
akan damai Sabat-Mu.
2
Atas panggilan-Mu kami bangkit,
hidup dalam hidup-Mu.
Dari kubur dosa kami tampil,
dibebaskan Roh Kudus.
Ajar kami tiap-tiap hari
di kematian-Mu turut mati,
agar bangkit dan teguh
ikut jalan jaya-Mu.
3
Hidup, mati, kami mengalami
perlindungan-Mu tetap.
Nanti gurun dunia dijalani,
masa duka pun genap.
Sungguh indah Hari Perhentian
menyudahi malam kematian,
saat kami menyembah
Dikau di terang baka.
Junjungan yang kupilih: Yesusku Penebus.
Yang bangkit dari mati, berkuasa seterus.
Kendati banyak orang mengejek, mencela,
kuikut suara-Nya, lembut mesra.
Reff:
Benar, benarlah hidup Yesusku.
Bersamaku di jalanku, suara-Nya kudengar.
Benar, benarlah hidup Yesusku.
Di mana Dia kudengar? Di dalam hatiku.
2
Di mana kapan saja kasih-Nya pun jelas.
Di saat ‘ku gelisah, dihibur ‘ku lekas.
Di hujan, angin ribut, dipimpin langkahku,
‘ku yakin kami nanti ‘kan bertemu.
3
Menyanyilah umat-Nya, memuji Tuhan-Mu!
Nyanyikan: Haleluya, agungkan Rajamu.
Harapan bagi orang yang mau mencari-Nya,
sebab Yesusmu hidup selamanya.
Tegak terus megah,
Haleluya, Haleluya,
dan tidak ‘kan rebah!
Haleluya, Haleluya!
Neraka menggeram
dan jagad pun kelam,
Salib tak ‘kan redam,
‘kan berdiri dengan gah!
Reff:
Haleluya, Haleluya,
angkat tinggi panjimu.
Haleluya, Haleluya,
maju untuk Rajamu!
Pendosa ditebus!
Haleluya, Haleluya,
dengan darah kudus!
Haleluya, Haleluya!
Marilah menyembah
di bawah salib-Nya,
dengan lagu megah,
Rajamu agungkanlah!
Tuhanku bangkit, pusara terbuka:
Ia menang atas maut dan duka.
Goncanglah benteng neraka gelap:
Yesus Pahlawan yang hidup tetap!
Yesus Pahlawan yang hidup tetap!
2
Sudah tersingkap rahasia kubur:
dosa dan Iblis t’lah kalah tersungkur.
Aku percaya, gentarku lenyap:
Yesus Pahlawan yang hidup tetap!
Yesus Pahlawan yang hidup tetap!
3
Di dunia ini tak lagi ‘ku takut:
Tuhan yang bangkit berjuang sertaku;
Takku hiraukan kuasa gelap:
Yesus Pahlawan yang hidup tetap!
Yesus Pahlawan yang hidup tetap!
Yesus, Sumber Penghiburan,
yang disalib, dikuburkan,
kini bangkit dan menang,
Raja Hidup dan Terang.
Kubur tak menahan lagi
Sang Pahlawan yang Ilahi.
Haleluya, Haleluya!
2
Oleh Dia yang perkasa
kuasa Iblis t’lah binasa,
ya, setiap lawannya
kini sudah menyerah.
Hai, bernyanyi, Putri Sion,
bersyukur dengan pujian.
Haleluya, Haleluya!
3
Dalam siang kemenangan
ditelanlah maut dan malam.
Maut, di mana jayamu
dan sengat ancamanmu?
Surgalah warisan kami,
Kristus telah membawa damai.
Haleluya, Haleluya!
Di atas bukit yang sepi,
hari yang cerah,
Tuhan Yesus terangkatlah,
sambil memb’ri berkat.
Murid pun heran dan tertegun
sambil menatapNya:
Dan sujud menyembah
Raja yang kekal!
2
Yesus pulang ke takhtaNya,
surga mulia.
Karya penyelamatan-Nya
sudah sempurnalah.
Dialah Raja Mahabesar
di alam semesta:
Sujudlah menyembah
Raja yang kekal!
3
Kuakui dengan iman
Dia Rajaku.
Kuabdikanlah diriku
kepada Tuhanku.
FirmanNya kutaati terus,
itulah janjiku:
Sujudlah menyembah
Raja yang kekal!
Dia Nobatkanlah
Sang Raja Penebus;
bahana surga bergema
memuji Dikau t’rus.
Hai bangun, jiwaku,
bernyanyilah serta,
memuji Jurus’lamatmu
kekal selamanya.
2
Dia nobatkanlah
Pengasih abadi;
di dalam darah luka-Nya
kasih-Nya berseri.
Malaikat tercengang
melihat dahsyatnya
rahasia Allah terbentang
demi manusia.
3
Dia nobatkanlah
Raja sejahtera,
yang memerintah dunia,
perang pun mereda.
Dib umi terdengar
pujian mulia
kepada Dia yang besar
kekal kuasa-Nya.
4
Dia nobatkanlah
Sang Raja hidupmu;
sang maut dikalahkan-Nya
demi selamatmu.
Muliakan nama-Nya,
yang mati dan menang,
memb’rikan hidup yang kekal,
menghalau maut kejam.
5
Dia nobatkanlah
Sang Raja yang baka,
Pencipta alam semesta
sempurna dan megah.
Hormati Penebus
yang agung mulia;
Sang Anak Domba yang kudus
terpuji s’lamanya.
Hai orang-orang Galilea,
mengapa kamu tercengang
menengadah ke angkasa,
bertanya-tanya tak reda.
Tuhan Yesus Kristus sungguh bangkit,
kini naik ke surga-Nya,
megah di takhta yang mulia
di sisi kanan Bapa-Nya.
2
Tetapi jangan kamu ragu,
percayalah kepadaku;
Tuhan akan datang lagi
dengan megah tak terperi.
Para malaikat bersukacita,
orang kudus bersoraklah.
Haleluya, Haleluya!
Haleluya, Haleluya!
Sungguh agunglah rahasia ibadah gereja,
amat dalam maknanya bagi orang beriman:
Tuhan menyatakan diri dalam rupa manusia,
disalibkan, dibangkitkan, dibenarkan dalam Roh.
2
Tuhan menampakkan Diri pada malak surga,
dikabarkan pada bangsa-bangsayang belum kenal,
dipercaya oleh umat-Nya di dalam dunia
dan diangkat naik ke dalam kemuliaan Ilahi.
Datanglah, ya Sumber rahmat,
selaraskan hatiku
menyanyikan kasih s’lamat
yang tak kunjung berhenti.
Ajar aku madah indah,
gita balai surga-Mu.
Aku puji gunung kokoh,
gunung pengasihan-Mu.
2
Hingga kini ‘ku selamat
dengan kuat yang Kau b’ri.
Kuharapkan akan dapat
sampai di neg’ri seri.
Yesus cari akan daku,
domba binal yang sesat;
untuk membela diriku,
dipukul-Nya salib b’rat.
3
Tiap hari ‘ku berutang
pada kasih Abadi.
Rantailah hatiku curang
dengan rahmat tak henti
‘Ku dipikat pencobaan
meninggalkan kasih-Mu;
inilah hatiku, Tuhan,
meteraikan bagi-Mu!
Di s’luruh dunia
Roh Kudus berkarya,
di s’luruh dunia,
sesuai sabda nabi;
di s’luruh dunia
pengenalan akan Tuhan
s’perti air dalam laut,
memenuhi semuanya.
Dalam dunia penuh kerusuhan,
di tengah kemelut permusuhan
datanglah KerajaanMu;
di Gereja yang harus bersatu,
agar nyata manusia baru,
datanglah KerajaanMu!
Reff:
Datanglah, datanglah,
datanglah KerajaanMu!
2
Memerangi gelap kemiskinan,
menyinarkan terang keadilan
datanglah KerajaanMu;
di lautan, di gunung,di ladang
dan di bandar, di pasar, di jalan,
datanglah KerajaanMu!
3
Dalam hati dan mulut dan tangan
dengan kasih, dengan kebenaran
datanglah KerajaanMu;
kar’na Kaulah empunya semua,
demi Kristus umatMu berdoa:
datanglah KerajaanMu!
Gereja bagai bahtera di laut yang seram
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Mengamuklah samudera dan badai menderu;
gelombang zaman menghempas, yang sulit ditempuh.
Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih:
Betapa jauh, di manakah labuhan abadi?
Reff:
Tuhan, tolonglah! Tuhan,tolonglah!
Tanpa Dikau semua binasa kelak. Ya Tuhan,tolonglah!
2
Gereja bagai bahtera pun suka berhenti,
tak menempuh samudera tak ingin berjerih
dan hanya masa jayanya selalu dikenang,
tak ingat akan dunia yang hampir tenggelam!
Gereja yang tak bertekun di dalam tugasnya,
tentunya oleh Tuhan pun tak diberi berkah!
3
Gereja bagai bahtera diatur awaknya,
setiap orang bekerja menurut tugasnya.
Semua satu padulah,setia bertekun,
demi tujuan tunggalnya yang harus ditempuh.
Roh Allah yang menyatukan, membina, membentuk
di dalam kasih dan iman dan harap yang teguh.
4
Gereja bagai bahtera, muatannya penuh
beraneka manusia yang suka mengeluh,
yang hanya ikut maunya, mengkritik dan sok tahu,
sehingga bandar tujuan menjadi makin jauh.
Tetapi bila umat-Nya sedia mendengar,
tentulah Tuhan memberi petunjuk yang benar.
5
Gereja bagai bahtera di laut yang seram
mengarahkan haluannya, ke pantai seberang.
Hai ‘kau yang takut dan resah, ‘kau tak sendirian;
teman sejalan banyaklah dan Tuhan di depan!
Bersama-sama majulah, bertahan berteguh;
tujuan akhir adalah labuhan Tuhanmu!
Majulah, majulah,
maju dalam t’rang permai
dan nyalakanlah pelita
menantikan Mempelai;
Sumber Hidup hanya Dia.
Umat Tuhan,masuk pintuNya;
majulah, majulah!
2
Tabahlah, tabahlah,
tabah tanpa mengeluh;
tanggunglah cerca dan duka,
taat sampai ajalmu.
Lihat tajuk kehidupan;
biar Iblis datang menerpa,
tabahlah, tabahlah!
3
Tolaklah, tolaklah,
tolak rayu dunia
yang mencoba memegahkan
dikau oleh hartanya;
jangan pandang kesenangan:
janji Iblis dan godaannya
tolaklah, tolaklah!
4
Ujilah, ujilah,
ujilah setiap roh
yang memikat kiri kanan
untuk menyesatkanmu.
Ikut Bintang Pengharapan,
tapi yang tersamar nampaknya,
ujilah,ujilah!
5
Tumbuhlah, tumbuhlah,
tumbuh dalam Tuhanmu:
Roh dan Hidup dikau seraplah;
jangan maut kau tempuh.
Subur oleh kuasa Allah
bagai carang hijau s’lamanya
Tumbuhlah, tumbuhlah!
Aku rindu ke rumahku,
tempat damai yang genap;
dan disana sukacita
dan bahagia menetap.
Di rumahku ‘kan terobat
hati risau dan cemas;
ke sanalah, ke sanalah,
aku rindu tak kepalang.
2
Di rumahku tinggal damai,
asing bagi dunia,
yang disanjung para malak
dengan puncak lagunya.
Ke rumahku yang abadi
dan cerlang serta megah;
ke sanalah, ke sanalah,
aku rindu tak kepalang.
3
Aku rindu mendapatkan
rumah Bapa yang terang,
agar aku k’lak berjumpa
dengan kawan yang menang,
yang memuji tak hentinya
akan Yesus, Penebus;
ke sanalah, ke sanalah,
‘ku tetap akan merindu.
Bagai rusa berteriak
cari sumber air sejuk,
demikian pun jiwaku
menjerit kepadaMu.
Akan Allah abadi
hausku tiada terperi.
Bilahkah tiba waktuku
melihatMu, ya Allahku?
2
Siang malam air mataku
adalah makananku,
kar’na orang menghujatku:
“Hai, dimana Allahmu?”
Dan teringatlah terang,
dengan girang dan senang
aku pimpin ‘kan mereka
masuk ke rumah Allahnya.
3
Apakah sebab ‘kau tunduk
dan gelisah, jiwaku ?
Janganlah ‘kau putus asa,
Tuhanlah harapanmu.
‘Kan kupujilah terus
kuasa Allah yang kudus.
Kar’na itulah hentikan
keluhanMu dan rintihan.
Di atas bintang terang gemerlapan,
akan menyingsinglah fajar cerah.
Di sana kabullah yang kaurindukan,
akan terobat hatimu lelah,
akan terobat hatimu lelah
2
Di atas bintang teranglah semuanya,
kar’na gelap akan hilang lenyap.
Kemuliaan Tuhanmu ‘kan nyata,
pengasihanNya disana genap,
pengasihanNya disana genap
3
Di atas bintang malaikat menanti,
dan melambaikan daun palma segar
mengelukan seraya menyanyi
mazmur pujian gembira, gemar,
mazmur pujian gembira, gemar.
Hai, dengar nyanyian suci di pesisir laut Kristal:
Haleluya, Haleluya, puji Allah yang kekal!
Tak terbilang yang bernyanyi, bagai bintang banyaknya,
berpakaian jubah putih, palma dalam tangannya.
2
Kaum leluhur, nabi, raja, yang menanti Almasih,
rasul, martir dan penginjil yang bersaksi, berjerih,
para pendahulu kita yang berdoa tak lelah,
kini mengagungkan Tuhan, bersyukur kepada-Nya.
3
Waktu usai kesusahan, dibersihkan jubahnya
dalam darah Anak Domba, Penebus yang mulia;
dari siksa dan penjara, penghinaan dan pedang,
atas Iblis pun mereka dalam Kristus t’lah menang.
4
Berpegangkan panji salib laskar jaya dan megah
ikut Dikau, Jurus’lamat, Raja dan Panglimanya,
ikut Dikau menderita, riang dan tetap teguh,
ikut Dikau dalam maut, ikut dalam hidup-Mu.
5
Kini mulia mereka, kini jalannya cerah
kini diberi padanya, air hidup yang baka;
kasih karunia abadi, kebenaran yang teguh
dalam sinar Sang Tritunggal dinikmatinya penuh.
6
Putra Tunggal Tuhan Allah, Cah’ya dari T’rang kekal,
Pemersatu kawanan-Mu, Tubuh-Mu, Imanuel,
o, curahkan pada kami kepenuhan-Mu terus,
hingga kami muliakan Bapa, Putra, Roh Kudus.
Hai musafir, mau ke mana kauarahkan langkahmu?
Kami ikut titah Raja dan berjalan tak lesu:
lewat gunung dan dataran arah kami ke istana,
arah kami ke istana kota Raja yang kudus.
Arah kami ke istana kota Raja yang kudus.
2
Apa kamu dapat tahan dalam badai yang seru?
Tangan Tuhan yang menuntun: hati kami pun teguh.
Apa pun yang di hadapi, Yesuslah membimbing kami,
Yesuslah membimbing kami ke kotaNya yang kudus.
Yesuslah membimbing kami ke kotaNya yang kudus.
3
Di neg’ri yang kamu tuju apakah harapanmu?
Jubah putih dan mahkota pemberian Penebus,
Minum air kehidupan dan kekal bersama Tuhan,
dan kekal bersama Tuhan di neg’riNya yang kudus.
Dan kekal bersama Tuhan di neg’riNya yang kudus.
4
Apa kami boleh ikut ke neg’ri tujuanmu?
Tentu saja, ayo mari, mari ikutlah terus!
Mari ikut sungguh sungguh: oleh Yesus ‘kau ditunggu,
oleh Yesus ‘kau ditunggu di kotaNya yang kudus.
Oleh Yesus ‘kau ditunggu di kotaNya yang kudus.
Yang t’lah menang disambut di Firdaus
dan makan buah pohon Alhayat,
tak lagi ingat duka atau maut:
Kristus yang hidup Tuhannya tetap.
Ia alami nikmat surgawi
dan merasai kasih kekal,
dan merasai kasih kekal.
2
Yang t’lah menang kelak mendapat juga
roti surgawi, jadi pangannya;
kesaksiannya tak pernah terlupa
dan nama baru diterimanya,
yang diukirkan diatas intan
tanda jaminan Sang Penebus,
tanda jaminan Sang Penebus.
3
Yang t’lah menang tak akan mengalami
maut kedua di gelap ngeri,
tapi melihat Bapa Mahakasih,
ikut ber-Haleluya tak henti.
Habis bertahan di perjuangan
ia bawakan kurban syukur,
ia bawakan kurban syukur.
4
Yang t’lah menang namanya ‘kan tertulis
di kitab kehidupan yang baka:
Ia pun tampil dalam jubah putih,
mengaku: “‘Kau Tuhanku s’lamanya!”
Dan dari Dia ia terima
tajuk mulia s’lamat kudus,
tajuk mulia s’lamat kudus.
5
Yang t’lah menang menjadi sokoguru
di rumah Allah s’lama-lamanya.
Padanya dituliskan nama baru,
nama Yerusalem dan Allahnya:
nama surgawi yang ia raih,
tanda abadi di dahinya,
tanda abadi di dahinya.
6
Yang t’lah menang dib’ri tempat di surga,
takhta yang pantas jadi miliknya,
habis berjuang di gelanggang dunia,
disisi Allah ia jayalah!
Yang t’lah berjaga dalam percaya
dib’ri sejahtera habis perang,
dib’ri sejahtera habis perang.
7
Ya Yesus, tolong! B’rilah kemenangan!
Lihat betapa banyak musuhku:
Iblis dan dosaku terus mengancam,
aku perlu pertolongan-Mu!
Nanti, ya Tuhan, di dalam surga
aku serukan puji syukur,
aku serukan puji syukur!
“Bangunlah!”, dengar suara
memanggil tinggi di menara,
“Yerusalem, hai bangunlah!”
Bergema suara lantang
pertanda sudah larut malam:
“Hai para putri,jagalah!
T’lah datang Mempelai;
lentera ambillah! Haleluya!
Bersiaplah ke pesta-Nya
dan sambut Dia segera!”
2
Sion sangat bergembira
ketika mendengar berita;
terbangun dia segera.
Yang dinantikan sudah datang.
penuh karunia, kebenaran:
cahaya fajar merekah.
Pangeran mulia,
ya Yesus marilah! Hosiana!
Semuanya ikut serta perjamuan bahagia.
3
Gloria! Mari bernyanyi
teriring gambus dan kecapi.
malaikat dan manusia!
Ada dua b’las gapura.
terbuat dari mutiara
di kota suci mulia.
Di manakah pernah
tempat bahagia yang setara?
Bersoraklah, Haleluya
sekarang dan selamanya!.
Bila sangkakala menggegap dan zaman berhenti,
fajar baru yang abadi merekah;
bila nanti dibacakan nama orang yang tertebus,
pada saat itu akupun serta.
Reff:
Bila nama dibacakan, bila nama dibacakan
bila nama dibacakan, pada saat itu akupun serta.
2
Bila orang yang telah meninggal dalam Tuhannya
dibangkitkan pada pagi mulia
dan berkumpul dalam rumah yang lestari dan megah,
pada sat itu akupun serta.
3
Dari pagi hingga malam, mari kita bekerja
mewartakan kasih Tuhan yang mesra.
Bila dunia berakhir dan tugasku selesai,
nun di rumah Tuhan akupun serta.
Allah yang perkasa,
pengharapan yang teguh.
kekuatan dalam hidup
s’lama lamanya.
Saat badai bergemuruh
hanyalah kasih-Mu peneduh:
Engkaulah Tuhan Mahakuasa,
Pelabuhan aman dan teduh.
2
Tuhan yang pengasih,
Roh Penghibur yang benar,
maha hadir, menguatkan,
s’lalu setia.
Dalam kasih yang sempurna,
pengharapan Ia beri:
Engkaulah Tuhan Mahakuasa,
Pelabuhan aman dan teduh.
3
Walaupun dunia
berselimut awan g’lap,
namun sinar kasih Tuhan
menerobosnya.
hingga kita pun melangkah
dengan yakin tanpa gentar:
Engkaulah Tuhan Mahakuasa,
Pelabuhan aman dan teduh.
Agungkan Allahmu, Junjungan Abraham,
Yang takhta rahmat-Nya teguh, Sang Raja Am!
Yang Ada, Yang Esa, dipuji, disembah
di surga dan di dunia selamanya!
2
Agungkan Allahmu, Junjungan Abraham,
dan sumber sukacitaku, tempat tent’ram.
Kutolak dunia, dan harkat yang semu;
Allahku harta yang baka, Perisaiku!
3
Terjamin janji-Nya, dan itu kupegang
disayap rajawalilah ‘ku masuk t’rang.
K’lak tampak wajah-Nya, kupuji kuasa-Nya
dan menyanyikan rahmat-Nya selamanya.
4
Di negeri baka bertakhta Pemenang,
Sang Raja Damai Dialah dan Raja T’rang.
Kekal kuasa-Nya di Sion yang cerlang
bersama orang suci-Nya yang t’lah menang.
5
Yang sudah ditebus memuji Tuhannya,
“Sang Bapa, Putra, Roh Kudus terpujilah!”
Ya Allah Abraham, ‘Kau juga Allahku;
‘ku sujud dan penuh iman memuji-Mu.
Allah Bapa, Tuhan
dimuliakanlah nama-Mu!
Allah Bapa, Tuhan
dimuliakanlah nama-Mu!
Langit-bumi ciptaan-Mu,
kami pun anak-anak-Mu.
Datanglah dengan kasih-Mu!
2
Yesus Kristus, Tuhan,
yang membawa kes’lamatan,
Yesus Kristus, Tuhan,
yang membawa kes’lamatan,
lahir dalam dunia ini,
mati, tapi bangkit lagi,
Kaulah Juru s’lamat kami!
3
Ya Roh Kudus, Tuhan,
tolong kami lawan dosa.
Ya Roh Kudus, Tuhan,
tolong kami lawan dosa.
Sucikanlah hati kami,
b’rilah hidup yang sejati;
tinggallah bersama kami!
4
Allah kami yang Esa:
Bapa, Putra dan Roh Kudus.
Allah kami yang Esa:
Bapa, Putra dan Roh Kudus.
kami datang menyembah-Mu,
memasyhurkan kuasa-Mu,
Puji syukur kepada-Mu!
Kupuji kuasa Tuhanku,
Pencipta semesta:
lautan, langit, gunung pun
diatur oleh-Nya.
Kupuji kebajikan-Nya,
lengkaplah dunia -
diisi oleh firman-Nya,
dan baik semuanya.
2
Ya Tuhan, s’luruh dunia
berisi karya-Mu;
di mana-mana tertera
buatan tangan-Mu!
Kembang yang indah di kebun
cerminan hikmat-Mu
oleh-Mu langit pun mendung
dan topan menderu.
3
Seluruh makhluk diberi
asuhan kasih-Nya;
ke manapun kita pergi,
Tuhan di situlah!
Tangan-Nyalah pengawalku
dan ‘ku dibimbing-Nya;
tiada jalan kutempuh
di luar kasih-Nya.
Tuhan adalah gembalaku,
aku takan kekurangan:
‘ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau,
di dekat air yang tenang.
‘Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus
demi nama-Nya yang kudus.
Reff:
Tuhanlah gembalaku, tak ‘kan kekurangan aku.
2
Sekalipun aku harus berjalan
di lembah yang kelam
aku tidak takut akan bahaya,
sebab Engkau besertaku;
sungguh tongkat pengembalaan-Mu
itulah yang menghibur aku.
3
Kau siapkan hidangan bagiku
di hadapan lawanku.
Kau urapi kepalaku dengan minyak,
dan pialaku melimpah.
4
Kerelaan yang dari Tuhan
dan kemurahan ilahi
mengiringi langkahku selalu
sepanjang umur hidupku.
Aku akan diam di rumah Tuhan
sekarang dan senantiasa.
Yesusku, Jurus’lamatku,
Tuhanku, Mukhalisku
Tumpuan pengharapanku
dan perisai perlindunganku.
Tatkala hidupku sendu
dan hati gundah pilu,
Tuhanku Yesus kuseru
dan jiwaku tenang teduh.
Setiap langkah ku tempuh,
kutoleh Tuhanku.
Setiap hasrat kugelut,
kutanya Tuhanku.
Ke dalam kasih Penebus
‘ku berserah selalu,
tiada lagi takutku,
walau hidup penuh seteru.
Nama Yesus berkumandang
di sejarah dunia!
Nama Yesus menyampaikan
damai dan bahagia!
Hai, dengarkan panggilan-Nya
dan tinggalkan dosamu:
tiap orang percaya
pada Dia berteduh
Reff:
Yesus, Kaulah Surya rahmat
Kaukobarkan hatiku.
Bersyukur di jalan s’lamat,
aku puji nama-Mu
2
Nama Yesus bercahaya
di segala negeri;
dalam t’rang penghiburan-Nya
pengharapan berseri!
Nama itu mengenyahkan
kegelapan dunia:
kuasa dosa dikalahkan
oleh nyala kasih-Nya!
3
Nama Yesus maha agung
dan semaraknya tetap;
diterangi-Nya jiwaku,
biar malam pun gelap
Langit bumi ‘kan binasa,
matahari terbenam.
Nama Yesus berkuasa
dan abadi cemerlang!
Sahabatku yang paling karib,
di surga rumah tinggal-Nya:
bicara-Nya benar dan baik,
kerja-Nya jujur s’lama-Nya,
yaitu Yesus, Tuhanku,
kekal Sahabat karibku.
2
Manusia terombang-ambing,
tetapi Yesus tak pernah;
di malam hari ‘ku terbaring
di dalam perlindungan-Nya.
‘Ku tahu Yesus Tuhanku,
kekal Sahabat karibku.
3
Di dunia orang jual kasih
menghitung laba-ruginya,
ketika tiada untung lagi,
tak jarang sirna kasihnya
tetapi Yesus, Tuhanku,
kekal Sahabat karibku.
4
Nyawa-Nya pun direlakan-Nya
supaya aku ditebus,
dan dosaku dihapuskan-Nya
dengan darah-Nya yang kudus:
ya, sungguh, Yesus, Tuhanku,
kekal Sahabat karibku.
T’rang Bintang Fajar berseri,
cerminan surga memberi
karunia, kebenaran.
Ya Anak Daud, Rajaku,
Engkau Pengantin umat-Mu;
hatiku Kau besarkan!
Maha murah dan mulia,
‘Kau sedia melimpahkan
sukacita pengharapan.
2
Engkaulah mutiaraku,
Putra mahkota Bapa-Mu,
Pangeran Maha mulia!
‘Kau bunga bakung hatiku;
betapa harum injil-Mu
lipuran yang sempurna!
Hosiana! ‘Kau dandanan
dan santapan yang surgawi:
‘Kau sertaku tiap hari!
3
Pancarkanlah dibatinku
cahaya sinar kasih-Mu,
Permata yang abadi
Ya pokok Anggur yang benar
buatlah ranting-Mu segar
berbuah yang sejati!
Kaulah Nyala pengasihan
kebajikan dalam hati:
rindu lama Kau obati!
4
Wajah-Mu mencerminkan t’rus
pribadi Allah yang kudus
penuh kemurahan-Nya
Ya Yesus, b’rilah sabda-mu
dan Roh kudus-Mu yang teguh
serta selamanya!
lihatlah, ingat klan daku
dan Kau hapus air mataku:
t’rima aku di meja-Mu!
5
Ya Bapa mahamulia,
sebelium ada dunia
telah Kau pilih aku.
Di dalam Putra Tunggal-Mu
‘Kau menerima diriku;
pada-Nya ‘kuy terpadu.
Haleluya! Hidup surga
yang sempurna diberi-Nya:
sukacita tak terhingga!
6
Pujianmu, hai dunia,
dengan musik iringilah,
demi Perjamuan-Nya!
Muliakanlah Sang Mempelai
di singgasana yang permai;
Bersatu hai umat-Nya!
Nyanyi, tari bergiliran,
bergembira puji tuhan,
Maharaja Keagungan!
7
Alangkah riang hatiku,
sebab ‘ku jadi milik-Mu,
ya Alfa dan Omega!
Yang Awal dan Yang Akhir
‘Kau dan pohon hidup di Firdaus,
Engkau Harapan G’reja!
Amin, amin, kurindukan
Dikau, Tuhan; ‘ku berkata:
oleh Roh-Mu: Maranata!”
Roh Kudus, tetap teguh ‘Kau Pemimpin umat-Mu.
Tuntun kami yang lemah lewat gurun dunia.
Jiwa yang letih lesu mendengar panggilan-Mu,
“Hai musafir, ikutlah ke neg’ri sejahtera!”
2
Kawan karib terdekat, ‘Kau menolong yang penat;
b’ri di jalan yang kelam hati anak-Mu tent’ram.
Bila badai menderu, perdengarkan suara-Mu.
“Hai musafir, ikutlah ke neg’ri sejahtera!”
3
Bila nanti tamatlah pergumulan dunia,
dalam surga mulia nama kita tertera,
asal kita ditebus, pun dipanggil Roh Kudus,
“Hai musafir, ikutlah ke neg’ri sejahtera!”
Roh Kudus, turunlah dan tinggal dalam hatiku,
dengan kuasa kasih-Mu terangi jalanku!
ApiMulah pembakar jiwaku,
sehingga hidupku memuliakan Tuhanku.
2
Bagaikan surya pagi menyegarkan dunia,
kuasa-Mu membangkitkan jiwa layu dan lemah.
Curahkanlah berkat karunia;
jadikan hidupku pada-Mu saja berserah!
3
Syukur pada-Mu, Roh Kudus, yang sudah memberi
bahasa dunia baru yang sempurna dan suci.
Jadikanlah semakin berseri
iman dan pengharapan serta kasih yang bersih.
Pujilah, pujilah, puji Sang Bapa, Pencipta, semesta!
Pujilah, pujilah, puji Sang Bapa, Pencipta, semesta!
Pujilah, pujilah, puji Sang Bapa, Pencipta, semesta!
2
Pujilah, pujilah, puji Sang Putra, Pendamai dunia.
Pujilah, pujilah, puji Sang Putra, Pendamai dunia.
Pujilah, pujilah, puji Sang Putra, Pendamai dunia.
3
Pujilah, pujilah, puji Sang Roh yang membimbing umat-Nya.
Pujilah, pujilah, puji Sang Roh yang membimbing umat-Nya.
Pujilah, pujilah, puji Sang Roh yang membimbing umat-Nya.
4
Pujilah, pujilah, pujilah Allah Tritunggal mulia.
Pujilah, pujilah, pujilah Allah Tritunggal mulia.
Pujilah, pujilah, pujilah Allah Tritunggal mulia.
Ya Allah yang Mahatinggi,
‘Kau pencipta dunia ini;
kami juga Engkau ciptakan
agar Dikau tetap dipuji:
Engkau Bapa yang memberkati
tiap orang yang rendah hati,
tolonglah kami sekarang ini dan selamanya!
2
Ya Allah yang Mahakasih,
Engkau lahir di dunia ini;
Engkau mati di kayu salib,
Engkau rela mengganti kami.
Dari kubur ‘Kau telah bangkit;
kuasa maut tiada lagi.
Pimpinlah kami sebab Engkaulah Jalan yang benar.
3
Ya Allah yang Mahasuci,
Engkau turun ke dunia ini;
‘Kau menyala bagaikan api;
memurnikan nurani kami;
mengobarkan semangat kami
agar kami menjadi b’rani.
Utuslah kami ke dunia ini dengan kuasa-Mu.
Firman Allah yang tersurat dalam Kitab mulia
disampaikan pada umat agar hidup imannya.
Pujian bagi-Mu, Tuhan, atas firman-Mu.
Pujian bagi-Mu, Tuhan, atas firman-Mu.
2
Firman-Mu tertabur luas, dikenal manusia,
namun acap tak berbuah, tak terawat dan lenyap.
Sirami, ya Allah, hati kami, umat-Mu.
Sirami, ya Allah, hati kami, umat-Mu.
3
Firman Allah, kebenaran, menyinari yang gelap;
bila tidak diamalkan, sia-sia jadinya.
Bantulah umat-Mu menghayati firman-Mu.
Bantulah umat-Mu menghayati firman-Mu.
Firman-Mu kupegang selalu,
saat duka, saat senang.
Jalan hidup yang akan datang
tangan Tuhan yang memegang.
Pencobaan menghimpit aku
dan menjadi keluhanku,
firman-Mu kupegang selalu,
sayap-Mu tempat berteduh.
Firman-Mu, Tuhan, kupegang s’lalu.
Hilanglah keraguanku!
Bila hatiku rasa susah,
pada-Mu aku berserah,
firman-Mu kupegang selalu,
maka amanlah jiwaku.
Firman-Mu, Tuhan, adalah kebun penuh kembang.
Yang datang ingin memetik, bersuka dan senang.
Firman-Mu tambang yang penuh permata mulia;
takkan kecewa siapa pun yang mau menggalinya.
2
Firman-Mu, Tuhan, adalah bintangan yang cerlang.
Musafir tiada ‘kan sesat, jalannya pun terang.
Ya Tuhan, buat firman-Mu menjadi tambangku,
menjadi taman yang permai dan bintang panduku.
Firman-Mu, Tuhan, suluh bagiku
yang menyinari relung hatiku.
Kini jalanku menjadi terang,
kar’na firman-Mu bagai surya benderang.
Firman-Mu, Tuhan, pandu s’lamatku
di setiap denyut jantungku;
Sabda yang hidup, firman yang kudus,
terus berkuasa dalam hidupku.
Kasih Tuhan Yesus tiada bertepi:
Lebar, panjang, tinggi, dalam tak terp’ri,
walau melampaui akal kita yang fana
dengan orang kudus kenal kasih yang kekal.
2
Iman dan harapan, kasih yang benar,
dari ketiganya, kasih terbesar.
Kasih itu sabar, ia suka memberi,
tak megahkan diri tidak mengenal dengki.
3
B’rikanlah, ya Tuhan, iman yang teguh,
pengharapan sungguh, kasih yang penuh.
Dan yang terutama: kasih Tuhan tercermin
dalam hidup kami senantiasa berseri.
Tak kita menyerahkan
kepada musuhnya
lentera yang bersinar
di dalam dunia.
Tak boleh firman Allah
yang sungguh dan teguh,
Alkitab yang mulia,
diambil seteru.
2
Penyokong orang tua
dan orang yang lemah,
pemimpin orang muda
dan sukacitanya,
senjata perjuangan
di p’rang penggodaan
dan bantal perhentian
di jam kematian.
3
Yang dapat memecahkan
segala hati k’ras,
yang mencurahkan hidup
di hati yang lemas,
yang menyembuhkan luka,
mujarab obatnya,
yaitu Firman Allah,
penuh anugerah.
4
Di hati kami, Tuhan,
Kautulis sabda-Mu,
supaya kami juga
setia dan teguh.
Kendati gunung goyah,
binasa dunia,
kekallah Firman Allah
selama-lamanya.
Bukanlah kepada kami,
hanya bagi-Mu, ya Tuhan,
diberikan kemuliaan
kar’na kasih setia-Mu.
Bangsa-bangsa mengatakan:
“Di mana Allahmu kini?”
“Allah kami Mahakuasa
dalam surga dan di bumi.”
Reff:
Hai umat, percaya pada Tuhan;
Dialah Juruselamatmu.
Takutlah hanya kepada Tuhan;
Dialah perisaimu.
2
Perak, mas, berhala dunia,
yang dibuat manusia;
tak bicara, tak merasa,
tak melihat, tak meraba.
Demikian yang terjadi
bila tak berakal budi,
tak kenal belas kasihan,
tak dengar suara hati.
Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus, kita tetap menang.
Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus, Iblis dikalahkan.
Dalam nama Tuhan Yesus siapa dapat menentang?
Dalam nama Tuhan Yesus kita tetap menang.
Di bawah salib Yesus
‘ku ingin berhenti
yaitu cadas yang teguh,
pelindung yang letih.
Tempat musafir berteduh
di jalan yang berat;
Naungan di panas terik
bagiku yang penat.
2
Dan pada salib Yesus
tampak di mataku
sesosok tubuh, terpencil,
tersiksa bagiku.
Hatiku yang remuk, sedih,
melihatlah jelas
bahwa aku tiada layaklah
dapat kasih dan belas.
3
Ya salib, kujadikan
naunganmu rumahku.
Semata cah’ya wajah-Nya
bagiku yang perlu.
Biarkan dunia kulepas,
tak ada ruginya.
Yang hilang dosa sajalah
dan labaku salib-Nya.
Mengapa Yesus turun dari surga,
masuk dunia g’lap penuh cela;
Berdoa dan bergumul dalam taman,
cawan pahit pun di t’rima-Nya?
Mengapa Yesus menderita, didera,
dan mahkota duri pun dipakai-Nya?
Mengapa Yesus mati bagi saya?
Kasih-Nya, ya kar’na Kasih-Nya.
2
Mengapa Yesus mau pegang tanganku,
bila ‘ku di jalan tersesat?
Mengapa Yesus b’ri ‘ku kekuatan,
bila jiwaku mulai penat?
Mengapa Yesus mau menanggung dosaku,
b’ri ‘ku damai serta sukacita-Nya?
Mengapa Dia mau melindungiku?
Kasih-Nya, ya kar’na kasih-Nya.
Segala benua dan langit penuh
dengan bunyi Nama yang sangat merdu,
penghiburan orang berhati penat,
pengharapan orang yang sudah sesat.
Nama itu suci kudus.
Siapa belum mengenal Penebus?
2
Sesungguhnya Yesus yang layak benar
dib’ri Nama itu, kudus dan besar,
yang oleh sengsara kematian-Nya
memb’ri keampunan dan damai baka.
Nama itu suci kudus.
Siapa belum mengenal Penebus?
3
Sekalian bangsa sekali hendak
berlutut di hadapan Yesus kelak,
dan kita kiranya menyanyi serta
malaikat di surga pujian sembah:
“Yesus, Yesus, Tuhan Kudus,
dipuji kekal nama-Mu, Penebus!”
Seluruh umat Tuhan oleh-Nya dikenal:
besar kecil semua, sekarang dan kekal.
Mereka dijagai di dalam dunia;
baik hidup maupun mati mereka milik-Nya,
baik hidup maupun mati mereka milik-Nya,
2
Mereka dikenal-Nya hidup beriman,
yang patuh dan percaya berdasarkan Firman.
Firmanlah yang menjadi santapan yang baka,
Firmanlah yang menjamin bertahan s’lamanya,
Firmanlah yang menjamin bertahan s’lamanya,
3
Mereka dikenal-Nya yang harapnya teguh,
mengaku Yesus saja Tuhannya yang kudus.
Mereka disinari sabda-Nya yang benar
dan tumbuh tiap hari menghijau dan segar,
dan tumbuh tiap hari menghijau dan segar,
4
Mereka dikenal-Nya yang kasih-Nya penuh,
yang ikut kehendak-Nya dan hidup dalam Roh
berjalan dalam kasih dengan sesamanya
dan suka memberkati menurut contoh-Nya,
dan suka memberkati menurut contoh-Nya,
5
Begitu umat Tuhan oleh-Nya dikenal,
besar kecil semua, sekarang dan kekal;
mereka menghayati kuasa Roh Kudus,
iman, harapan, kasih pegangannya terus,
iman, harapan, kasih pengangannya terus,
6
Berikanlah, ya Tuhan, iman tetap teguh,
harapan tak berkurang dan kasih yang penuh.
Di saat ‘Kau kembali, tempatkan umat-Mu
yang sudah Kaukenali di sisi kanan-Mu,
yang sudah Kaukenali di sisi kanan-Mu.
T’lah kutemukan dasar kuat,
tempat berpaut jangkarku.
Kekal, ya Bapa, ‘Kau membuat
Putra-Mu Dasar yang teguh:
biarpun dunia lenyap,
pegangan hidupku tetap!
2
Itulah rahmat yang abadi,
yang melampaui akalku:
Tuhan, Kaurangkul dalam kasih
pendosa yang menjauhi-Mu!
Hati-Mu iba tergerak
mencari aku yang sesat.
3
Tak Kaubiarkan ciptaan-Mu
terkapar dalam dosanya:
telah Kauutus Putera-Mu
menyelamatkan dunia
dan pintu hati Kauketuk,
agar terbuka bagi-Mu.
4
Inilah dasar andalanku,
biarpun apa kutempuh:
ya Tuhan, rahmat-Mu berlaku
sepanjang jalan hidupku!
Sampai kekal kupujilah
samud’ra rahmat yang baka!
Tuhanku berjanji dengan firman-Nya;
segala diatasi-Nya.
Yang paling tak mungkin dimungkinkan-Nya,
bagi yang beriman pada-Nya.
Reff:
Tiada yang mustahil, asal kuat beriman.
Tiada yang mustahil bila firman kaupegang.
Firman Tuhanmu dengarkanlah:
Tiada yang mustahil bagi-Nya!
Percayalah kepada-Nya peganglah firman-Nya;
segala hal, segala hal
menjadi mungkin beserta Tuhan.
2
Meski ‘kau digoncang gelombang cemas,
firman-Nya tetap jangkarmu,
dan biar manusia lemah dan fana,
firman Tuhan pegangan teguh.
3
Segalanya mungkin dengan firman-Nya;
percaya dan aminkanlah!
Janji-Nya selalu ditepati-Nya,
tidak akan dipungkiri-Nya.
4
Yang Mahakuasa, Khalik semesta,
mencipta dengan firman-Nya.
Tak ada mustahil di hadapan-Nya;
alam raya dip’rintahkan-Nya.
Di sini aku bawa, Tuhan,
persembahan hidupku, semoga berkenan.
Berapalah nilainya, Tuhan,
dibandingkan berkat-Mu yang t’lah Kaulimpahkan.
T’rimalah, Tuhan, o t’rimalah, Tuhan!
2
Tanganku yang kecil, ya Tuhan,
belum mencari makan sendiri, ya Tuhan.
Terimalah hatiku, Tuhan,
menjadi persembahan yang Tuhan perkenan.
T’rimalah, Tuhan, o t’rimalah, Tuhan!
3
Kuingat firman-Mu, ya Tuhan,
yang mengajarkan kami mengingat yang kecil:
Berkati semuanya, Tuhan,
supaya persembahan tetap mengalir t’rus.
T’rimalah, Tuhan, o t’rimalah, Tuhan!
Inilah ungkapan syukurku
yang kuberikan kepada-Mu;
‘ku berikan dari hatiku, terimalah.
Kupersembahkan kepada-Mu
dengan seluruh jiwa-ragaku;
kiranya berkenan di hadirat-Mu.
2
Ajarlah aku, ya Tuhanku
menjadi alat di tangan-Mu
untuk menyalurkan kasih-Mu di dunia.
Utuslah aku, ya Tuhanku,
menolong orang miskin dan lemah.
Pakailah diriku turut maksud-Mu.
Ya, Tuhanku yang di surga,
kunaikkan syukur bagi-Mu.
Ya, Tuhanku yang di surga,
kunaikkan syukur bagi-Mu.
Berkat, rahmat-Mu dan pertolongan-Mu,
berkat, rahmat-Mu dan pertolongan-Mu,
berpuluh ribu jumlahnya,
tak dapat ‘ku menghitungnya.
2
‘Kau Mahaagung dan kudus,
besar kasih-Mu bagiku.
‘Kau Mahaagung dan kudus,
besar kasih-Mu bagiku.
Tak cukup kata lukisan karya-Mu,
tak cukup kata lukisan karya-Mu,
berpuluh ribu jumlahnya,
tak dapat ‘ku menghitungnya.
Hanyalah pada-Mu, Tuhan,
kami bawa anak ini,
terima air baptisan
sesuai janji-Mu, Tuhan.
B’rilah Roh-Mu menuntunnya
dalam pertumbuhannya
Agar imannya tak goyah
di sepanjang kehidupannya.
2
Air baptisan yang dit’rima
lambang penghapusan dosa,
dan t’lah dimet’raikan selaku
anggota tubuh Kristus.
Sambutlah kiranya dia
ke dalam dekapan-Mu.
Jadikan dia anak-Mu
ahli waris kerajaan-Mu.
3
Umat-Mu yang kini hadir
adalah selaku saksi,
yang berjanji membimbingnya
dalam pertumbuhan iman.
Kiranya Roh Kudus memb’ri
semangat bagi umat-Mu.
Dalam tugas s’bagai saksi
yang membina anak-anak-Mu.
'Terpujilah Allah dan Bapa dari Tuhan kita, Kristus Yesus, yang sesuai dengan anugerah-Nya yang sangat besar, telah melahirkan kita kembali dalam pengharapan yang hidup melalui kebangkitan Kristus Yesus dari antara orang mati' (1 Petrus 1:3)