Kidung Keesaan/Petunjuk Hidup Baru: Perbedaan antara revisi

Dari Kidung
Kidung Keesaan/Petunjuk Hidup Baru
 
Kidung Keesaan/Petunjuk Hidup Baru
 
Baris 1: Baris 1:
{{:Kidung Keesaan/Daftar Isi/Tabel}}
{{:Kidung Keesaan/Daftar Isi/Tabel}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 104 - JANGANLAH ENGKAU SERUPA DENGAN DUNIA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 104 - JANGANLAH ENGKAU SERUPA DENGAN DUNIA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 105 - MASIH ADA WAKTU|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 105 - MASIH ADA WAKTU|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 106 - PERINTAH BARU|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 106 - PERINTAH BARU|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 107 - SANG HYANG MULIA, TUHANKU|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 107 - SANG HYANG MULIA, TUHANKU|{{{1|KK}}}}}
{{top}}
{{top}}

Revisi terkini sejak 15 April 2026 07.55

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


⇦ KK 103 KK 105 ⇨

KK104: JANGANLAH ENGKAU SERUPA DENGAN DUNIA

do=es 4/4 MM ± 80

1

Janganlah engkau serupa dengan dunia. Hiduplah kudus!
Janganlah pikirkan hal yang berlebihan: Bersahajalah!

Tuhan, tolong, kami mau berubah oleh pembaharuan budi.
Tuhan, mampukanlah kami mewujudkan hidup yang kudus dan bersahaja.

Janganlah engkau serupa dengan dunia. Hiduplah kudus!
Janganlah pikirkan hal yang berlebihan: Bersahajalah!

Syair: Tiku Rari, 2006, berdasarkan Roma 12:2-3
Lagu: Tiku Rari, 2006, nuansa Toraja

Tonton YouTube-nya:
JANGANLAH ENGKAU SERUPA DENGAN DUNIA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 104 - JANGANLAH ENGKAU SERUPA DENGAN DUNIA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "MASIH ADA WAKTU" mengabaikan kunci pengurutan baku "JANGANLAH ENGKAU SERUPA DENGAN DUNIA" sebelumnya.

⇦ KK 104 KK 106 ⇨

KK105: MASIH ADA WAKTU

do=d 4/4 MM ± 76

1

Masih ada waktu, lakukanlah yang baik.
Kar’na apapun yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Yang menabur dalam daging ‘kan menuai kebinasaan.
Yang menabur seturut Roh Allah ‘kan menuai kehidupan yang abadi.

Reff:

Masih ada waktu, lakukanlah yang baik.
Jika kita tak jadi lemah, pasti kita akan menuai.
Masih ada waktu, lakukanlah yang baik.
Masih ada waktu, lakukanlah yang baik.

2

Masih ada waktu, lakukanlah yang baik.
Hidup kita pun bagaikan rumput, hidup kita seperti bunga rumput,
merekah di waktu pagi namun layu di sore hari.
Tapi firman Tuhan semesta alam ‘kan kekal abadi selama-lamanya.

Syair: Binsan Sadihari Dope, Pontas Purba, 2009, berdasarkan Galatia 6:7-10, 1 Petrus 1:24-25
Lagu: Pontas Purba, 2009

Tonton YouTube-nya:
MASIH ADA WAKTU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 105 - MASIH ADA WAKTU

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "PERINTAH BARU" mengabaikan kunci pengurutan baku "MASIH ADA WAKTU" sebelumnya.

⇦ KK 105 KK 107 ⇨

KK106: PERINTAH BARU

do=d 4/4 MM ± 100

1

Perintah baru Kuberikan padamu,
agar kamu mengasihi satu sama yang lainnya,
seperti Aku sudah mengasihimu,
sehingga orang akan tahu engkau murid-Ku,
jikalau saling mengasihi.
Sehingga orang akan tahu engkau murid-Ku,
jikalau saling mengasihi.

Syair: A New Commandment, Anonim, berdasarkan Yohanes 13:34-35, disusun oleh Yamuger, 1999 (revisi, 2019)
Lagu: Anonim

Tonton YouTube-nya:
PERINTAH BARU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 106 - PERINTAH BARU


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "SANG HYANG MULIA, TUHANKU" mengabaikan kunci pengurutan baku "PERINTAH BARU" sebelumnya.

⇦ KK 106 KK 108 ⇨

KK107: SANG HYANG MULIA, TUHANKU

mi=c 4/4 MM ± 72

1

Sang Hyang Mulia, Tuhanku, sebulat hati kusembah.
Kar’na kasih-Nya bagi manusia Dia memasuki dunia.
Menanggung siksa yang berat, mati di salib Golgota,
dosaku ditanggung-Nya: kini aku s’lamat oleh-Nya.

2

Sungguh bahagia hidupku, sudah dihapus dosaku.
Kini ‘ku lepas, bebas dari maut, dan beroleh hidup yang kekal.
Hidup tak lagi terbeban di dalam dosa yang kejam.
Hidup jadi berseri hanya kar’na kasih Tuhanku.

3

Kini kupakai hidupku untuk wartakan Injil-Nya.
Agar dikenal s’luruh dunia bahwa Yesus itu Penebus.
Agar mereka s’lamatlah dan hidupnya penuh berkah,
s’luruh umat manusia hidup dalam damai kasih-Nya.

Syair: Yamuger, 2016
Lagu: Sri Handoko, 2009, nuansa Bali

Tonton YouTube-nya:
SANG HYANG MULIA, TUHANKU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 107 - SANG HYANG MULIA, TUHANKU