Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
| 1
|
Siang, malam, musim, tahun,gilir ganti melenyap;
bayang-banyangnya berlalu tiada satu yang tetap.
Hidup kita menjalani jangka waktu dunia;
tak terulang yang terjadi, tinggal tanggung jawabnya.
|
|
| 2
|
Orang hidup ditinggalkan oleh pendahulunya;
kita pun menuju makam bagai makhluk yang fana.
Dari bumi kita lahir dan kembali pada-Nya;
tanpa rahmat yang Ilahi, apakah manusia?
|
| 3
|
Sungguh, Allah mengasihi dunia ciptaan-Nya:
dalam Putra-Nya sendiri Ia tinggal beserta.
Yang percaya kepada-Nya, tak binasa tenggelam,
tapi hidup selama-Nya dalam Dia yang menang.
|
| 4
|
Walau zaman menghanyutkan tiap hal di dunia,
pengasihan-Mu, ya Tuhan, untuk s’lama-lamanya!
Di segala perubahan, dalam duka apapun,
dalam Kristus aku aman: ‘Kau menjadi Bapaku!
|
| 5
|
Bapa, Sumber pengasihan, Bapa dalam t’rang dan g’lap.
Bapa dalam kematian, pun di kubur yang senyap,
setia-Mu tak berubah, kasih-Mu tetap teguh:
Bapa kepada-Mu jua kuserahkan diriku.
|
| 7
|
Siang, malam, musim, tahun, biar kamu melenyap;
dalam suka dan dukaku rahmat Allahku tetap!
Tangan-Nya menuntun daku lewat zaman dunia
dan akhirnya ‘ku selalu tinggal dalam rumah-Nya.
|
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 692 - SIANG, MALAM, MUSIM, TAHUN