Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
| 1
|
Puji, hai jiwaku, puji Tuhan selagi ada napasmu!
Allahku patutlah kuagungkan sepanjang umur hidupku!
Hayatku Dia yang beri: Dia kupuji tak henti.
Haleluya, Haleluya!
|
|
| 2
|
Jangan engkau pertaruhkan nasib kepada insan yang fana.
Juga bangsawan yang paling baik hilang bersama niatnya.
Hidup manusia lenyap, hanyalah Allah yang tetap.
Haleluya, Haleluya!
|
| 3
|
Jika penolongmu Allah Yakub, betapa ‘kau bahagia!
Ia penuhi pengharapanmu, Tuhan setia s’lamanya.
Maha Pencipta dunia tak meninggalkan makhluk-Nya.
Haleluya, Haleluya!
|
| 4
|
Orang tertindas dibela haknya dan orang lapar pun kenyang;
yang diperbudak dibebaskan-Nya, mata si buta pun terang.
Orang tertunduk, bangunlah: Tuhan tegakkan kaum lemah.
Haleluya, Haleluya!
|
| 5
|
Orang benar diberi-Nya kasih, pun orang rantau amanlah;
yatim dan janda tegak kembali, tapi penjahat kandaslah.
Tuhanlah Raja yang baka, bagi-Mu, Sion, s’lamanya!
Haleluya, Haleluya!
|
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 47 - PUJI, HAI JIWAKU, PUJI TUHAN