Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
| 1
|
Sang Anak Domba yang kudus
memikul dosa dunia,
rela dan sabar menebus
hutang besar manusia.
Lihatlah Dia menempuh
jalan sengsara dan keluh,
menurut dan setia.
Ia dihina, disesah,
mati di salib Golgota,
berkata: “Ku sedia.”
|
|
| 2
|
Dialah Jurus’lamatku,
Kawan yang tak bertara,
Pembawa damai yang penuh,
disuruh Allah Bapa:
“Pergilah ‘Kau, hai Anak-Ku,
terimalah di pundak-Mu
akibat dosa dunia;
bebaskanlah manusia
dari hukuman dan cela:
Engkaulah Penebusnya.”
|
| 3
|
“Ya Bapa, Aku Hamba-Mu,
yang Kaupesan Kutanggung;
sabda-Mu niat hati-Ku
dan maksud-Mu Kusanjung.”
O kuasa kasih tak terp’ri:
Yang Mahakuasa memberi
Putra-Nya yang tercinta!
Kasih Ilahi yang kudus,
ke dalam maut Kautembus:
kuasa-Mu tak terhingga!
|
| 4
|
Sepanjang umur hidupku
kuingat Dikau, Tuhan;
ya Yesus, di rangkulan-Mu
hatiku Kausembuhkan.
Dalam gelap Engkau Terang,
di malam duka ‘Kau Teman
yang menabahkan hati.
Inilah yang menghiburku,
bahwa ‘ku jadi milik-Mu
baik hidup maupun mati.
|
| 5
|
‘Kau, Anak Domba yang lembut,
kupuji siang malam
dan diriku dengan syukur
pada-Mu kuserahkan.
Biarlah daya hidupku
melimpah ruah bagi-Mu
mengungkap t’rima kasih,
hingga pahala karya-Mu
yang Kauperoleh bagiku
kuingat tiap hari.
|
| 6
|
Hendak kuminum cawan-Mu
dalam Kerajaan-Mu;
darah-Mu kemegahanku
dan pembersih jubahku.
Mahkota hidup yang baka
akan kupakai menyembah
menghadap takhta Bapa.
Kaulah kekal Pengantinku:
tak bercela di sisi-Mu
‘ku masuk rumah Allah.
|
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 238 - SANG ANAK DOMBA YANG KUDUS