Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
| 1
|
Kunyalakan lilin mungil
di dekat jenazahmu.
Air mataku pun menetes,
hatiku remuk redam.
Pedih nian kurasakan,
‘kau tak lagi tersenyum.
Ini saat perpisahan
yang tak bisa kucegah.
|
|
| 2
|
Kuucapkan doa suci
pada Allah Bapaku.
Kini ‘kau dalam lindungan
rahmat-Nya penuh lembut.
Di naungan-Nya ‘kau terlindung,
dipeluk-Nya ‘kau tenang.
Kasih Allah yang abadi
mengembanmu ke seb’rang.
|
| 3
|
‘Kan kutabur bunga wangi,
mengharumkan kuburmu.
Walau hati penuh lara,
keyakinanku teguh.
Lewat kegelapan malam,
fajar pagi merekah.
Lewat kubur lintas maut,
kebangkitan menjelma!
|
| 4
|
Kunyalakan harapanku;
ada waktu bertemu.
Di sanalah kita nanti
sama-sama tersenyum.
Air mata ‘kan berganti
sukacita yang kekal.
S’lamat jalan kekasihku,
kasih Allah beserta.
|
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 647 - KUNYALAKAN LILIN MUNGIL