Kidung Keesaan (KK) 647 - KUNYALAKAN LILIN MUNGIL

Dari Kidung
Revisi sejak 31 Maret 2026 09.12 oleh Kidung (bicara | kontrib) (Kidung Keesaan (KK) 647)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


⇦ KK 646 KK 648 ⇨

KK647: KUNYALAKAN LILIN MUNGIL

1

Kunyalakan lilin mungil
di dekat jenazahmu.
Air mataku pun menetes,
hatiku remuk redam.
Pedih nian kurasakan,
‘kau tak lagi tersenyum.
Ini saat perpisahan
yang tak bisa kucegah.

2

Kuucapkan doa suci
pada Allah Bapaku.
Kini ‘kau dalam lindungan
rahmat-Nya penuh lembut.
Di naungan-Nya ‘kau terlindung,
dipeluk-Nya ‘kau tenang.
Kasih Allah yang abadi
mengembanmu ke seb’rang.

3

‘Kan kutabur bunga wangi,
mengharumkan kuburmu.
Walau hati penuh lara,
keyakinanku teguh.
Lewat kegelapan malam,
fajar pagi merekah.
Lewat kubur lintas maut,
kebangkitan menjelma!

4

Kunyalakan harapanku;
ada waktu bertemu.
Di sanalah kita nanti
sama-sama tersenyum.
Air mata ‘kan berganti
sukacita yang kekal.
S’lamat jalan kekasihku,
kasih Allah beserta.

Berkas:250px-Gnome-mime-video.svg.png
Tonton YouTube-nya:
KUNYALAKAN LILIN MUNGIL


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 647 - KUNYALAKAN LILIN MUNGIL