Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
| 1
|
Takkah patut ‘ku bernyanyi syukur bagi Tuhanku,
kar’na rahmat tak berbanding yang melimpah selalu
Memang sungguh dan setia, tak terhingga kasih-Nya
dan kekal bimbingan-Nya bagi yang mengabdi Dia.
Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!
|
|
| 2
|
Bagai burung rajawali melindungi anaknya,
Tuhan pun berkali-kali t’lah menolong hamba-Nya.
Semenjak di kandung ibu, waktu aku dibentuk,
dan sepanjang umurku di tangan-Nya aku hidup.
Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!
|
| 3
|
Bahkan Putra-Nya sendiri rela diserahkan-Nya ;
ditebus-Nya aku ini oleh kuasa darah-Nya.
Sungguh aku takkan mampu, wahai Sumber karunia,
dengan rohku yang lemah mengerti kedalaman-Mu.
Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!
|
| 4
|
Dalam dunia ‘ku dikawal oleh Roh dan Firman-Nya
yang menuntun dari awal aku dalam t’rang baka,
hingga hatiku percaya makin kuat dan teguh,
bahwa kuasa seteru, maut dan Iblis, tak berdaya.
Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!
|
| 5
|
Langit, bumi, segalanya diciptakan bagiku;
kutemukan semuanya menyenangkan hatiku.
Hewan, unggas dan tumbuhan, darat, laut, udara pun
jadi rahmat bagiku yang kudapat dari Tuhan.
Biar dunia lenyap, kasih Allah ‘kan tetap!
|
| 6
|
Kar’na tak berkesudahan, Bapa, kasih sayang-Mu,
maka ‘ku bertadah tangan bagai anak pada-Mu:
b’ri hidupku diiringi oleh kuasa Roh Kudus
siang-malam dan terus agar Dikau kukasihi
sampai umurku genap dan kupuji ‘Kau tetap!
|
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 430a - TAKKAH PATUT ‘KU BERNYANYI