Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
| 1
|
Lihat bunda yang berduka di depan salib Sang Putra;
air mata bergenang.
O betapa jiwa ibu tersedu menanggung pilu,
bagai ditembus pedang.
|
|
| 2
|
Bunda Putra Tunggal Allah, disebut “yang berbahagia”,
kini sangat bersedih.
Hatinya dirundung duka kar’na Putra yang termulia
bersengsara di salib.
|
| 3
|
O siapa tidak pilu menyaksikan bunda Kristus
menangisi Putranya?
Dan siapa tak tergugah menyelami duka bunda
dalam siksa Anaknya?
|
| 4
|
Dilihat-Nya Yesus, Putra, yang tersiksa dan terluka
kar’na dosa umat-Nya
dan bergumul sendirian menghadapi kematian
menyerahkan nyawa-Nya.
|
| 5
|
Wahai bunda, sumber kasih, biar turut kuhayati
dukamu yang mencekam;
biar hatiku bernyala mengasihi Putra Allah
dan pada-Nya berkenan.
|
| 6
|
Biarlah sengsara aib dari Dia yang tersalib
tersemat di hatiku;
biar siksa salib itu yang ditanggung-Nya bagiku
kudekap bersamamu.
|
| 7
|
Biar aku di sampingmu pilu kar’na wafat Kristus
di sepanjang hidupku:
inilah keinginanku: di dekat salib Putramu
besertamu tersedu.
|
| 8
|
O perawan yang terpilih, perkenankan aku ini
ikut dikau bersedih;
biar kematian Tuhan dan darah-Nya yang tercurah
kukenangkan tak henti.
|
| 9
|
O perawan yang terpilih, perkenankan aku ini
ikut dikau bersedih;
biar kematian Tuhan dan darah-Nya yang tercurah
kukenangkan tak henti.
|
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 233 - LIHAT BUNDA YANG BERDUKA