Kidung Keesaan/Jumat Agung: Perbedaan antara revisi

Dari Kidung
Kidung Keesaan/Jumat Agung
 
Kidung Keesaan/Jumat Agung
 
Baris 1: Baris 1:
{{:Kidung Keesaan/Daftar Isi/Tabel}}
{{:Kidung Keesaan/Daftar Isi/Tabel}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 228 - ANAK DOMBA ALLAH|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 228 - ANAK DOMBA ALLAH|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 229 - GOLGOTA, TEMPAT TUHANKU DISALIB|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 229 - GOLGOTA, TEMPAT TUHANKU DISALIB|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 230 - HAI DUNIA, LIHAT TUHAN|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 230 - HAI DUNIA, LIHAT TUHAN|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 231 - KEPALA YANG BERDARAH|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 231 - KEPALA YANG BERDARAH|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 232 - KISAH NYATA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 232 - KISAH NYATA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 233 - LIHAT BUNDA YANG BERDUKA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 233 - LIHAT BUNDA YANG BERDUKA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 234 - LIHATLAH ANAK INSAN|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 234 - LIHATLAH ANAK INSAN|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 235 - MARI LIHATLAH HARI TERKELAM|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 235 - MARI LIHATLAH HARI TERKELAM|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 236 - MENJULANG NYATA ATAS BUKIT KALA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 236 - MENJULANG NYATA ATAS BUKIT KALA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 237 - PENEBUSKU DISALIB|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 237 - PENEBUSKU DISALIB|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 238 - SANG ANAK DOMBA YANG KUDUS|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 238 - SANG ANAK DOMBA YANG KUDUS|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 239 - MEMANDANG SALIB RAJAKU|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 239 - MEMANDANG SALIB RAJAKU|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 240 - SIAPA TERGANTUNG DI SALIB DI SANA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 240 - SIAPA TERGANTUNG DI SALIB DI SANA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 241 - TATKALA ‘KAU ‘KAN DITAWAN|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 241 - TATKALA ‘KAU ‘KAN DITAWAN|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 242 - TERCURAH DARAH TUHANKU|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 242 - TERCURAH DARAH TUHANKU|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 243 - TERSALIB DAN SENGSARA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 243 - TERSALIB DAN SENGSARA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 244 - YESUS, ‘KAU KEHIDUPANKU|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 244 - YESUS, ‘KAU KEHIDUPANKU|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 245 - YESUS, TUHANKU, APAKAH DOSAMU|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 245 - YESUS, TUHANKU, APAKAH DOSAMU|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 246 - YA ANAK DOMBA ALLAH|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 246 - YA ANAK DOMBA ALLAH|{{{1|KK}}}}}
{{top}}
{{top}}

Revisi terkini sejak 15 April 2026 07.55

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


⇦ KK 227 KK 229 ⇨

KK228: ANAK DOMBA ALLAH

la=e 4/4 MM ± 70

1

Anak Domba Allah
yang menjadi kurban demi manusia.
Dia disakiti,
dihina, disiksa, dan juga dihujat.
Lihatlah darah-Nya yang suci
yang tercurah di kayu salib.

2

Yesus, ajar kami
untuk memahami pengurbanan-Mu,
agar kami sadar
atas kesalahan serta dosa kami.
Ya Tuhan, ampunilah kami,
agar kami berlimpah rahmat.

Syair: Darius Bada, 2015, nuansa Dayak
Lagu: Darius Bada, 2015, nuansa Dayak

Tonton YouTube-nya:
ANAK DOMBA ALLAH


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 228 - ANAK DOMBA ALLAH


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "GOLGOTA, TEMPAT TUHANKU DISALIB" mengabaikan kunci pengurutan baku "ANAK DOMBA ALLAH" sebelumnya.

⇦ KK 228 KK 230 ⇨

KK229: GOLGOTA, TEMPAT TUHANKU DISALIB

la=f 3/4 MM ± 72

1

Golgota, tempat Tuhanku disalib dan dicela,
agar dunia damai pula dengan Allah, Khaliknya.
Dari sanalah mengalir sungai kasih karunia
bagi orang yang berdosa, yang memandang Golgota.

2

O samud’ra kasih Allah: bagi isi dunia
diberi-Nya Putra Tunggal, agar kita s’lamatlah!
Yesus, Jalan, Kebenaran, Sumber Hidup yang baka,
t’lah berkurban bagi kita pada salib Golgota.

3

Mari kita muliakan cinta kasih Penebus:
dosa kita Dia hapus dengan darah yang kudus.
Ia taat sampai mati pada salib Golgota.
Kita hidup oleh Dia: Puji Tuhan s’lamanya!

Syair: Golgotha, waar eens mijn Heiland, dari Zangbundel Johan de Heer, 1926, terj. H.A. Pandopo, 1982
Lagu: Evan Morgan (1846-1920)

Tonton YouTube-nya:
GOLGOTA, TEMPAT TUHANKU DISALIB


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 229 - GOLGOTA, TEMPAT TUHANKU DISALIB


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "HAI DUNIA, LIHAT TUHAN" mengabaikan kunci pengurutan baku "GOLGOTA, TEMPAT TUHANKU DISALIB" sebelumnya.

⇦ KK 229 KK 231 ⇨

KK230: HAI DUNIA, LIHAT TUHAN

do=g 4/4 MM ± 69

1

Hai dunia, lihat Tuhan,
Sang Surya kehidupan,
tergantung di salib.
Sang Raja Kemuliaan
menanggung penghinaan,
sengsara siksa yang keji.

2

O lihatlah betapa
penuh keringat darah
seluruh tubuh-Nya.
Hati-Nya yang mulia,
dirundung dukacita,
terungkap dalam berkesah.

3

Siapa menyebabkan
hukuman dan siksaan
terhadap diri-Mu?
‘Kau bukanlah pendosa;
‘Kau suci tak bernoda.
Mengapa salib Kautempuh?

4

Kesalahanku jua
dan dosaku semua
sebanyak pasir laut,
yang menyebabkan duka
sengsara-Mu dan luka
dan siksa yang membawa maut.

5

Akulah yang celaka.
‘Ku patut ke neraka
akibat dosaku.
‘Ku patut menderita
segala dukacita,
perih dan sakit bilur-Mu.

6

Kauangkat ke pundak-Mu
segala tanggunganku
yang menekan berat.
Sedang Engkau dikutuk,
‘ku bebas dan terluput.
Salib-Mu itulah berkat.

7

Dengan menyangkal diri
‘ku ingin mengiringi
Engkau, ya Tuhanku,
di dalam sukacita,
pun dalam menderita
tetap setia pada-Mu.

Syair: O Welt, sieh hier dein Leben, Paul Gerhardt, 1647, terj. Yamuger, 1982
Lagu: Heinrich Isaac (1450-1517), disederhanakan oleh Johann Sebastian Bach, 1729

Tonton YouTube-nya:
HAI DUNIA, LIHAT TUHAN


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 230 - HAI DUNIA, LIHAT TUHAN


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "KEPALA YANG BERDARAH" mengabaikan kunci pengurutan baku "HAI DUNIA, LIHAT TUHAN" sebelumnya.

⇦ KK 230 KK 232 ⇨

KK231: KEPALA YANG BERDARAH

do=d 4/4 MM ± 63

1

Kepala yang berdarah, tertunduk dan sedih,
penuh dengan sengsara dan luka yang pedih,
meski mahkota duri menghina harkat-Mu.
‘Kau patut kukagumi: terima hormatku.

2

O wajah yang mulia, yang patut disembah
dan layak menerima pujian dunia,
sekarang diludahi, dihina, dicerca,
disiksa, dilukai, yang salah siapakah?

3

Ya Tuhan, yang Kautanggung yaitu salahku;
dosaku t’lah Kaugantung di kayu salib-Mu.
O, kasihani daku yang harus dicela;
ampunilah hamba-Mu, beri anugerah!

4

Gembala yang setia, terima domba-Mu!
‘Kau Sumber bahagia, Penuntun hidupku.
Sabda-Mu t’lah membuka karunia tak terp’ri
dan nikmat dari surga padaku Kauberi.

5

Syukur sebulat hati kub’rikan pada-Mu,
ya Yesus yang t’lah mati demi selamatku.
Hendaklah ‘ku terhibur dengan tuntunan-Mu:
pada-Mu ‘ku berlindung di akhir hayatku.

6

Di saat aku mati, ‘Kau tinggallah serta;
di pintu maut nanti, ya Tuhan, datanglah!
Di kala kecemasan menghimpit hatiku,
berilah kekuatan berkat sengsara-Mu.

7

Engkaulah perlindungan di saat ajalku;
salib-Mulah, ya Tuhan, penghibur anak-Mu
dan wajah-Mu kupandang dengan iman teguh.
Berbahagia orang yang mati dalam-Mu!

Syair: O Haupt voll Blut und Wunden, Paul Gerhardt, 1656, terj. Yamuger, 1979
Lagu: Hans Leo Hässler, 1601 disederhanakan oleh Johann Sebastian Bach, 1729

Tonton YouTube-nya:
KEPALA YANG BERDARAH


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 231 - KEPALA YANG BERDARAH


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "KISAH NYATA" mengabaikan kunci pengurutan baku "KEPALA YANG BERDARAH" sebelumnya.

⇦ KK 231 KK 233 ⇨

KK232: KISAH NYATA

do=a 2/4 MM ± 66

1

Kisah ternyata terjadi di Golgota:
Seorang Putra yang tiada pernah berdosa
dihukum, disiksa.

2

Yesus Kristus merelakan diri-Nya,
kar’na kasih-Nya kepada umat manusia,
dipaku, disalib.

3

Salib Tuhan membisu menyaksikan
siksaan kejam oleh orang yang haus dendam,
tiada berdaya.

4

Salib kudus pegangan tetap teguh
dan pengharapan dalam hidup orang beriman,
tak ‘kan tergoyahkan.

Syair: A.K. Saragih (1937-212)
Lagu: Tradisional Batak Simalungun

Tonton YouTube-nya:
KISAH NYATA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 232 - KISAH NYATA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "LIHAT BUNDA YANG BERDUKA" mengabaikan kunci pengurutan baku "KISAH NYATA" sebelumnya.

⇦ KK 232 KK 234 ⇨

KK233: LIHAT BUNDA YANG BERDUKA

do=f 4/4 MM ± 80

1

Lihat bunda yang berduka di depan salib Sang Putra;
air mata bergenang.
O betapa jiwa ibu tersedu menanggung pilu,
bagai ditembus pedang.

2

Bunda Putra Tunggal Allah, disebut “yang berbahagia”,
kini sangat bersedih.
Hatinya dirundung duka kar’na Putra yang termulia
bersengsara di salib.

3

O siapa tidak pilu menyaksikan bunda Kristus
menangisi Putranya?
Dan siapa tak tergugah menyelami duka bunda
dalam siksa Anaknya?

4

Dilihat-Nya Yesus, Putra, yang tersiksa dan terluka
kar’na dosa umat-Nya
dan bergumul sendirian menghadapi kematian
menyerahkan nyawa-Nya.

5

Wahai bunda, sumber kasih, biar turut kuhayati
dukamu yang mencekam;
biar hatiku bernyala mengasihi Putra Allah
dan pada-Nya berkenan.

6

Biarlah sengsara aib dari Dia yang tersalib
tersemat di hatiku;
biar siksa salib itu yang ditanggung-Nya bagiku
kudekap bersamamu.

7

Biar aku di sampingmu pilu kar’na wafat Kristus
di sepanjang hidupku:
inilah keinginanku: di dekat salib Putramu
besertamu tersedu.

8

O perawan yang terpilih, perkenankan aku ini
ikut dikau bersedih;
biar kematian Tuhan dan darah-Nya yang tercurah
kukenangkan tak henti.

9

O perawan yang terpilih, perkenankan aku ini
ikut dikau bersedih;
biar kematian Tuhan dan darah-Nya yang tercurah
kukenangkan tak henti.

Syair: Stabat mater dolorosa, Anonim Latin, 1200/1300, terj. Yamuger, 1984
Lagu: Jerman (Köln), 1638

Tonton YouTube-nya:
LIHAT BUNDA YANG BERDUKA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 233 - LIHAT BUNDA YANG BERDUKA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "LIHATLAH ANAK INSAN" mengabaikan kunci pengurutan baku "LIHAT BUNDA YANG BERDUKA" sebelumnya.

⇦ KK 233 KK 235 ⇨

KK234: LIHATLAH ANAK INSAN

la=b 3/4 MM ± 72

1

Lihatlah Anak Insan berjubahkan kain ungu.
Di kepala-Nya dikenakan mahkota berduri.
Menetes peluh dan darah mengucur basahi bumi,
serasa lutut tak mampu menopang tubuh lagi.

2

Bertubi cambuk, tombak melayang menghunjam tubuh,
bertaburan ludah hinaan dan tawa ejekan.
Betapa bunda Maria tersungkur menahan duka;
semua kekasih Yesus menangis tersedu.

3

Betapa tak terlintas di akal, di lubuk hati,
bahwa Yesus harus dihina dan mati disalib.
O Yesus, tolonglah kami, kuatkanlah iman kami,
supaya kami pahami tujuan sengsara-Mu.

Syair: Michiel Karatem, 1979/1989
Lagu: Michiel Karatem, 1979/1989

Tonton YouTube-nya:
LIHATLAH ANAK INSAN


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 234 - LIHATLAH ANAK INSAN


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "MARI LIHATLAH HARI TERKELAM" mengabaikan kunci pengurutan baku "LIHATLAH ANAK INSAN" sebelumnya.

⇦ KK 234 KK 236 ⇨

KK235: MARI LIHATLAH HARI TERKELAM

do=d 4/4 MM ± 100

1

Mari lihatlah hari terkelam:
Kristus mendaki Kalvari.
Dia didera duri dan cerca,
dipaku disalib.

Reff:

O, ajaib salib-Nya,
o, ajaib kuasa-Nya:
manusia ditebus dan diampuni dosanya.

2

O, sungguh sendu raut wajah-Mu
kar’na beratnya dosaku.
Pikir yang ngeri, tingkah yang keji,
membuat-Mu sedih.

3

Hari pun gelap, bumi bergetar,
kar’na t’lah wafat Khaliknya.
Tirai terbelah, Ia hiduplah;
Sang Penebus menang.

4

Dalam luka-Mu ada namaku,
aku selamat kar’nanya.
Maut hancurlah hidupku cerah
karena kasih-Mu.

Syair: Oh, to See the Dawn, Keith Getty, 2005, terj. Ernest Mariyanto, 2016
Lagu: Stuart Townend, 2005 © 2005 Thankyou Music (PRS)

Tonton YouTube-nya:
MARI LIHATLAH HARI TERKELAM


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 235 - MARI LIHATLAH HARI TERKELAM

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "MENJULANG NYATA ATAS BUKIT KALA" mengabaikan kunci pengurutan baku "MARI LIHATLAH HARI TERKELAM" sebelumnya.

⇦ KK 235 KK 237 ⇨

KK236: MENJULANG NYATA ATAS BUKIT KALA

do=c 4/4 MM ± 54

1

Menjulang nyata atas bukit kala
t’rang benderang salib-Mu, Tuhanku.
Dari sinarnya yang menyala-nyala
memancar kasih agung dan restu.
Seluruh umat insan menengadah
ke arah cah’ya kasih yang mesra.
Bagai pelaut yang karam merindukan
di ufuk timur pagi merekah.

2

Salib-Mu, Kristus, tanda pengasihan
mengangkat hati yang remuk redam,
membuat dosa yang tak terperikan
di lubuk cinta Tuhan terbenam.
Di dalam Tuhan kami balik lahir,
insan bernoda kini berseri,
teruras darah suci yang mengalir
di salib pada bukit Kalvari.

Syair: Above the Hills of Time, Thomas Tiplady, 1931, terj. E.L. Pohan Shn (1917-1993)
Lagu: Londonderry Air, Tradisional Inggris/Irlandia

Tonton YouTube-nya:
MENJULANG NYATA ATAS BUKIT KALA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 236 - MENJULANG NYATA ATAS BUKIT KALA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "PENEBUSKU DISALIB" mengabaikan kunci pengurutan baku "MENJULANG NYATA ATAS BUKIT KALA" sebelumnya.

⇦ KK 236 KK 238 ⇨

KK237: PENEBUSKU DISALIB

do=g 4/4, 2/4 MM ± 84

1

Penebusku disalib
dalam nista dan sengsara.
Putra Allah,
hilangkah kuasa-Mu dan kemuliaan-Mu?

2

Penebusku disalib
menghapuskan hukumanku,
agar aku
diberi anugerah, hidup oleh mati-Nya.

3

Penebusku disalib.
Biar aku pun setia
bagi Dia!
Oleh kematian-Nya aku dibangkitkan-Nya!

4

Penebusku disalib.
Apa pantas ‘ku mengaduh
di susahku?
Dibandingkan salib-Nya, pikulanku ringanlah.

5

Penebusku disalib.
Hidup-matiku, ya Tuhan,
kuserahkan:
dalam suka-dukaku ‘ku tetap bersama-Mu!

Syair: Meine Liebe hängt am Kreuz, Johann Adolph Schlegel (1721-1793), terj. H.A. Pandopo, 1983
Lagu: Christian Friderich Witt, 1715

Tonton YouTube-nya:
PENEBUSKU DISALIB


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 237 - PENEBUSKU DISALIB


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "SANG ANAK DOMBA YANG KUDUS" mengabaikan kunci pengurutan baku "PENEBUSKU DISALIB" sebelumnya.

⇦ KK 237 KK 239 ⇨

KK238: SANG ANAK DOMBA YANG KUDUS

do=f MM ± 66

1

Sang Anak Domba yang kudus
memikul dosa dunia,
rela dan sabar menebus
hutang besar manusia.
Lihatlah Dia menempuh
jalan sengsara dan keluh,
menurut dan setia.
Ia dihina, disesah,
mati di salib Golgota,
berkata: “Ku sedia.”

2

Dialah Jurus’lamatku,
Kawan yang tak bertara,
Pembawa damai yang penuh,
disuruh Allah Bapa:
“Pergilah ‘Kau, hai Anak-Ku,
terimalah di pundak-Mu
akibat dosa dunia;
bebaskanlah manusia
dari hukuman dan cela:
Engkaulah Penebusnya.”

3

“Ya Bapa, Aku Hamba-Mu,
yang Kaupesan Kutanggung;
sabda-Mu niat hati-Ku
dan maksud-Mu Kusanjung.”
O kuasa kasih tak terp’ri:
Yang Mahakuasa memberi
Putra-Nya yang tercinta!
Kasih Ilahi yang kudus,
ke dalam maut Kautembus:
kuasa-Mu tak terhingga!

4

Sepanjang umur hidupku
kuingat Dikau, Tuhan;
ya Yesus, di rangkulan-Mu
hatiku Kausembuhkan.
Dalam gelap Engkau Terang,
di malam duka ‘Kau Teman
yang menabahkan hati.
Inilah yang menghiburku,
bahwa ‘ku jadi milik-Mu
baik hidup maupun mati.

5

‘Kau, Anak Domba yang lembut,
kupuji siang malam
dan diriku dengan syukur
pada-Mu kuserahkan.
Biarlah daya hidupku
melimpah ruah bagi-Mu
mengungkap t’rima kasih,
hingga pahala karya-Mu
yang Kauperoleh bagiku
kuingat tiap hari.

6

Hendak kuminum cawan-Mu
dalam Kerajaan-Mu;
darah-Mu kemegahanku
dan pembersih jubahku.
Mahkota hidup yang baka
akan kupakai menyembah
menghadap takhta Bapa.
Kaulah kekal Pengantinku:
tak bercela di sisi-Mu
‘ku masuk rumah Allah.

Syair: Ein Lämlein geht und trägt die Schuld, Paul Gerhardt, 1647, terj. Yamuger/HKBP Jakarta, 1982
Lagu: Wolfgang Dachstein, 1525

Tonton YouTube-nya:
SANG ANAK DOMBA YANG KUDUS


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 238 - SANG ANAK DOMBA YANG KUDUS


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "MEMANDANG SALIB RAJAKU" mengabaikan kunci pengurutan baku "SANG ANAK DOMBA YANG KUDUS" sebelumnya.

⇦ KK 238 KK 240 ⇨

KK239: MEMANDANG SALIB RAJAKU

do=d 3/4 MM ± 88

1

Memandang salib Rajaku
yang mati untuk dunia,
kurasa hancur congkakku
dan harta hilang harganya.

2

Tak boleh aku bermegah
selain di dalam salib-Mu;
kubuang nikmat dunia
demi darah-Mu yang kudus.

3

Berpadu kasih dan sedih
mengalir dari luka-Mu;
mahkota duri yang pedih
menjadi keagungan-Mu.

4

Melihat darah luka-Nya
membalut tubuh Tuhanku,
‘ku mati bagi dunia
dan dunia mati bagiku.

5

Andaikan jagad milikku
dan kuserahkan pada-Nya,
tak cukup bagi Tuhanku,
diriku yang diminta-Nya.

Syair: When I Survey the Wondrous Cross, Isaac Watts, 1707, terj. bait ke-1: I.S. Kijne, 1946, bait ke-2 – 5: Yamuger, 1978
Lagu: Edward Miller, 1790

Tonton YouTube-nya:
MEMANDANG SALIB RAJAKU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 239 - MEMANDANG SALIB RAJAKU


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "SIAPA TERGANTUNG DI SALIB DI SANA" mengabaikan kunci pengurutan baku "MEMANDANG SALIB RAJAKU" sebelumnya.

⇦ KK 239 KK 241 ⇨

KK240: SIAPA TERGANTUNG DI SALIB DI SANA

la=e 3/4, 2/4 MM ± 88

1

Siapa tergantung di salib di sana,
tertimpa siksaan dan bencana,
penuh dengan luka, dirundung hukuman?
Apakah yang sudah dituduhkan?

2

Di salib di sana, menanggung sengsara,
tergantunglah Anak Domba Allah.
Tiada salahnya selain mengasihi,
dan itu ditolak dunia ini.

3

Jikalau kasih-Nya sempurna sejati,
mengapakah Ia harus mati?
Mengapakah Ia menyangkal diri-Nya
sehingga dipandang hina dina?

4

Upah-Nya yaitu pahala sentosa
yang datang dengan tebusan dosa.
Curahan darah-Nya menutup semua;
o, lihat nestapa dan bilur-Nya!

5

Ya Yesus, ya Tuhan yang maha rahmani,
kasih-Mu tak dapat diimbangi!
Di surga, di bumi, terima kiranya
pujian dan hormat selamanya!

Syair: Wie hangt er zo deerlijk geteisterd, geschonden, Jan Luyken (1649-1712), terj. H.A. Pandopo, 1978/1983
Lagu: Belanda, 1683

Tonton YouTube-nya:
SIAPA TERGANTUNG DI SALIB DI SANA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 240 - SIAPA TERGANTUNG DI SALIB DI SANA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "TATKALA ‘KAU ‘KAN DITAWAN" mengabaikan kunci pengurutan baku "SIAPA TERGANTUNG DI SALIB DI SANA" sebelumnya.

⇦ KK 240 KK 242 ⇨

KK241: TATKALA ‘KAU ‘KAN DITAWAN

do=es 4/4 MM ± 70

1

Tatkala ‘Kau ‘kan ditawan,
tiada Engkau mau melawan.
Hati remuk tak terp’ri
menerima cium keji.
Tidak seorang pun kawan,
murid semua menghilang
bagaikan domba kelu
Kauikut penyiksa-Mu.

Reff:

Bagikulah ‘Kau menyerah,
memb’rikan nyawa-Mu.
Kini jelas aku lepas
dari beban dosaku.

2

‘Kau diludahi, dihina,
‘Kau dipecut dan disiksa,
muka terluka, lebam
oleh duri tajuk kejam.
Ya Yesus, kar’na dosaku
akulah patut dipaku
namun kasih-Mu besar
melepaskan aku cemar.

Syair: Tu Galgota Ho Diboan, Siddik Sitompul, 1950/1951, terj. E.L. Pohan Shn, 1974, dengan penyesuaian Yamuger, 1991
Lagu: Siddik Sitompul, 1950/1991

Tonton YouTube-nya:
TATKALA ‘KAU ‘KAN DITAWAN


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 241 - TATKALA ‘KAU ‘KAN DITAWAN

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "TERCURAH DARAH TUHANKU" mengabaikan kunci pengurutan baku "TATKALA ‘KAU ‘KAN DITAWAN" sebelumnya.

⇦ KK 241 KK 243 ⇨

KK242: TERCURAH DARAH TUHANKU

do=c 4/4 MM ± 92

1

Tercurah darah Tuhanku di bukit Golgota;
yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya,
terhapus dosanya, terhapus dosanya,
yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya.

2

Penyamun yang di sisi-Nya dib’ri anugerah;
pun aku yang penuh cela dibasuh darah-Nya,
terhapus dosanya, terhapus dosanya,
yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya.

3

Ya Anak Domba, darah-Mu tak hilang kuasanya,
sehingga s’lamat umat-Mu dan suci s’lamanya,
dan suci s’lamanya, dan suci s’lamanya,
sehingga s’lamat umat-Mu dan suci s’lamanya.

4

Sejak kupandang salib-Mu dengan iman teguh,
kupuji kasih-Mu terus seumur hidupku,
seumur hidupku, seumur hidupku,
kupuji kasih-Mu terus seumur hidupku.

5

Dan jika nanti lidahku tak lagi bergerak,
tetap kupuji kuasa-Mu di surga-Mu kelak,
di surga-Mu kelak, di surga-Mu kelak,
tetap kupuji kuasa-Mu di surga-Mu kelak.

Syair: There is a Fountain Filled with Blood, William Cowper, 1771, terj. Yamuger, 1977/2016
Lagu: Lowell Mason, 1830

Tonton YouTube-nya:
TERCURAH DARAH TUHANKU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 242 - TERCURAH DARAH TUHANKU


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "TERSALIB DAN SENGSARA" mengabaikan kunci pengurutan baku "TERCURAH DARAH TUHANKU" sebelumnya.

⇦ KK 242 KK 244 ⇨

KK243: TERSALIB DAN SENGSARA

do=f 2/4 MM ± 44

1

Tersalib dan sengsara
‘Kau, Yesus Tuhan-ku,
terkulai menderita
akibat salahku;
dengan hati yang pilu,
sedih tak terperi
kulihat ‘Kau disiksa,
oh, dahsyat dan keji.

2

Alam berdukacita
dan langit menggelap
saksikan Putra Allah
membuat Firman g’nap;
ditanggung s’gala siksa
yang sakit dan pedih
demi tebusan dosa
manusia di bumi.

3

Tertumpah darah Yesus
di bukit Kalvari;
dipikul dengan tulus
durhaka insani.
Bertobatlah, manusia,
memohon ampun-Nya,
supaya disucikan
di dalam darah-Nya!

Syair: Subronto Kusumo Atmodjo, 1978, revisi Yamuger, 2016
Lagu: Subronto Kusumo Atmodjo, 1978

Tonton YouTube-nya:
TERSALIB DAN SENGSARA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 243 - TERSALIB DAN SENGSARA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "YESUS, ‘KAU KEHIDUPANKU" mengabaikan kunci pengurutan baku "TERSALIB DAN SENGSARA" sebelumnya.

⇦ KK 243 KK 245 ⇨

KK244: YESUS, ‘KAU KEHIDUPANKU

do=d 4/4 MM ± 76

1

Yesus, ‘Kau kehidupanku,
‘Kau penumpas mautku;
pada salib ‘Kau dipaku
sampai mati gantiku,
agar aku mendapati
hidup baru yang abadi.
Syukur hati tak henti
kepada-Mu kuberi.

2

Yesus, ‘Kau telah memikul
fitnah, siksa terbesar;
‘Kau ditambat dan dipukul,
walau hidup-Mu benar,
agar aku tak binasa,
s’lamat dari rantai dosa.
Syukur hati tak henti
kepada-Mu kuberi.

3

Tinggi hatiku t’lah pupus
oleh kelembutan-Mu;
oleh mati-Mu Kauhapus
rasa pahit matiku.
Oleh nista yang Kautanggung
‘ku yang hina jadi agung.
Syukur hati tak henti
kepada-Mu kuberi.

4

T’rima kasih, Jurus’lamat,
atas pengorbanan-Mu:
atas sakit-Mu yang sangat,
atas pahit mati-Mu.
Atas luka, atas bilur,
atas salib yang Kau pikul,
syukur hati tak henti
kepada-Mu kuberi.

Syair: Jesu, meines Lebens Leben, Ernst Christoph Homburg, 1659, terj. Yamuger, 1984
Lagu: Wolfgang Wessnitzer, 1661

Tonton YouTube-nya:
YESUS, ‘KAU KEHIDUPANKU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 244 - YESUS, ‘KAU KEHIDUPANKU


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "YESUS, TUHANKU, APAKAH DOSAMU" mengabaikan kunci pengurutan baku "YESUS, ‘KAU KEHIDUPANKU" sebelumnya.

⇦ KK 244 KK 246 ⇨

KK245: YESUS, TUHANKU, APAKAH DOSAMU

la=g 2/4 MM ± 46

1

Yesus, Tuhan-ku, apakah dosa-Mu,
hingga hukuman bagi-Mu berlaku?
Durhaka apa sudah dituduhkan
pada-Mu, Tuhan?

2

‘Kau didera, dihina kaum prajurit,
‘Kau dicerca, dib’ri mahkota duri
dan minuman-Mu pada kayu salib
anggur yang pahit.

3

Apa sebabnya Kauterima siksa?
Tak lain kar’na dosa manusia:
aku sendiri dan kesalahanku
jadi beban-Mu!

4

Siapa menduga jalan hukum ini:
bahwa Gembala mengurbankan diri,
jadi tebusan domba yang bersalah
terhadap Allah.

5

‘Kau harus mati walau tak berdosa,
orang bersalah hidup dan sentosa.
Bebaslah kami yang t’lah mengaminkan
‘Kau disalibkan.

6

Kasih sempurna, rahmat tak terhingga,
‘Kau menjalani siksa maut hina.
Aku terbawa dunia sukacita, -
‘Kau menderita!

7

Raja abadi, apa kulakukan,
agar kasih-Mu dapat kumasyhurkan?
Apa yang layak aku persembahkan
jadi imbalan?

8

Tiada yang sanggup untuk mengimbangi
rahmat kasih-Mu suci dan ilahi.
Baik berusaha, maupun beribadah,
takkan setara!

9

Tiada yang sanggup untuk mengimbangi
rahmat kasih-Mu suci dan ilahi.
Baik berusaha, maupun beribadah,
takkan setara!

Syair: Herzliebster Jesu, was hast du verbrochen, Johann Herman, 1630, terj. Yamuger, 1980
Lagu: Johann Crüger, 1640/1641

Tonton YouTube-nya:
YESUS, TUHANKU, APAKAH DOSAMU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 245 - YESUS, TUHANKU, APAKAH DOSAMU


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "YA ANAK DOMBA ALLAH" mengabaikan kunci pengurutan baku "YESUS, TUHANKU, APAKAH DOSAMU" sebelumnya.

⇦ KK 245 KK 247 ⇨

KK246: YA ANAK DOMBA ALLAH

do=e 4/4 MM ± 68

1

Ya Anak Domba Allah,
Engkaulah yang tersiksa,
tersalib di Golgota,
kar’na dosa dunia.

2

Kepala-Mu berdarah,
terkulai tak berdaya,
o, sungguh memilukan;
‘Kau tersiksa bagiku.

4

O, Darah Mahakudus,
o, kasih dari Tuhan,
tercurah dari lambung;
o, betapa mulia.

5

Di kala ‘Kau sendiri,
dihujat dan disiksa,
tak satu pun murid-Mu
mendekati diri-Mu.

6

Ibunda-Mu tertunduk
dirundung kepedihan,
di kala menyaksikan
‘Kau tergantung di salib.

7

Di saat ‘Kau tak sanggup
menahan siksa ini,
‘Kau pasrahkan diri-Mu
dalam tangan Bapa-Mu.

Syair: Godlief Soumokil, 2008
Lagu: Godlief Soumokil, 2008

Tonton YouTube-nya:
YA ANAK DOMBA ALLAH


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 246 - YA ANAK DOMBA ALLAH