Kidung Keesaan (KK) 145 - WAHAI ANAKKU: Perbedaan antara revisi

Dari Kidung
Kidung Keesaan (KK) 145
Kidung Keesaan (KK) 145
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{{{{1|KK}}}
{{{{{1|KK}}}
|id          = 148
|id          = 148
|no       = 145
|no_prev      = 144
|no_next      = 146
|no           = 145
|title        = WAHAI ANAKKU
|title        = WAHAI ANAKKU
|judul_asli  =  
|judul_asli  =  
Baris 13: Baris 15:
|hak_cipta    =  
|hak_cipta    =  
|vref_L      =  
|vref_L      =  
|R = Datanglah, ya Imanuel, bebaskan Bani Israel.
|B4 = Kasih dan kesetiaan janganlah meninggalkanmu,<br />
|B7 = Di sana kami bersyukur memuliakan nama-Mu,<br />
kalungkan pada lehermu, tuliskan pada loh hatimu,<br />
ya Penebus manusia, sampai selama-lamanya.
maka ‘kau dapat penghargaan dan kasih<br />
|B6 = Dirundung duka kemelut, kami menghadap pintu maut.<br />
di mata Allah dan di mata manusia.<br />
Umat-Mu, Tuhan, tuntunlah ke negeri sejahtera.
Kasih dan kesetiaan janganlah meninggalkanmu,<br />
|B5 = Ya Surya Pagi yang cerah, biar fajar-Mu merekah;<br />
kalungkan pada lehermu, tuliskan pada loh hatimu,
mari, terbitlah cemerlang, halaulah kabut yang kelam.
|B3 = Berbahagialah orang yang terus mendapat hikmat,<br />
|B4 = Engkau dinanti dunia. Kedatangan-Mu kapankah?<br />
berbahagialah orang yang beroleh kepandaian,<br />
Dari takhta-Mu turunlah; hiburkan kami yang resah.
keuntungannya jauh lebih dari perak,<br />
|B3 = Hai bumi, ‘kau terbukalah! Gunung, lembah, menghijaulah!<br />
juga hasilnya melebihi mas murni.<br />
Agar darimu bersemi bunya selamat abadi.
Berbahagialah orang yang terus mendapat hikmat,<br />
|B2 = O, turun seperti embun, sirami ladang bumi-Mu;<br />
berbahagialah orang yang beroleh kepandaian,
curahkanlah anugerah, Raja yang adil, datanglah!
|B2 = Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,<br />
|B1 = Kiranya langit terbelah, ya Jurus’lamat, datanglah,<br />
takutlah ‘kau akan Tuhan dan jauhi kejahatan.<br />
bukalah surga segera, buanglah palang pintunya.
Itu yang akan menyembuhkan tubuhmu<br />
dan menyegarkan kekuatan ragamu.<br />
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,<br />
takutlah ‘kau akan Tuhan dan jauhi kejahatan.
|B1 = Wahai anakku, janganlah kaulupakan ajaranku<br />
dan biarkanlah hatimu mengamalkan perintahku;<br />
panjang umurmu, juga lanjut usia,<br />
damai sejaht’ra ditambahkan padamu.<br />
Wahai anakku, janganlah kaulupakan ajaranku<br />
dan biarkanlah hatimu mengamalkan perintahku;
}}
}}

Revisi terkini sejak 31 Maret 2026 09.07

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


⇦ KK 144 KK 146 ⇨

KK145: WAHAI ANAKKU

la=c 3/4 MM ± 84

1

Wahai anakku, janganlah kaulupakan ajaranku
dan biarkanlah hatimu mengamalkan perintahku;
panjang umurmu, juga lanjut usia,
damai sejaht’ra ditambahkan padamu.
Wahai anakku, janganlah kaulupakan ajaranku
dan biarkanlah hatimu mengamalkan perintahku;

2

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,
takutlah ‘kau akan Tuhan dan jauhi kejahatan.
Itu yang akan menyembuhkan tubuhmu
dan menyegarkan kekuatan ragamu.
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,
takutlah ‘kau akan Tuhan dan jauhi kejahatan.

3

Berbahagialah orang yang terus mendapat hikmat,
berbahagialah orang yang beroleh kepandaian,
keuntungannya jauh lebih dari perak,
juga hasilnya melebihi mas murni.
Berbahagialah orang yang terus mendapat hikmat,
berbahagialah orang yang beroleh kepandaian,

4

Kasih dan kesetiaan janganlah meninggalkanmu,
kalungkan pada lehermu, tuliskan pada loh hatimu,
maka ‘kau dapat penghargaan dan kasih
di mata Allah dan di mata manusia.
Kasih dan kesetiaan janganlah meninggalkanmu,
kalungkan pada lehermu, tuliskan pada loh hatimu,

Syair: Ispriyanto, 1999, berdasarkan Amsal 3:1-14
Lagu: Ispriyanto, 1999

Tonton YouTube-nya:
WAHAI ANAKKU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 145 - WAHAI ANAKKU