Kidung Keesaan (KK) 680 - TUHAN, ENGKAULAH HADIR

Dari Kidung
Revisi sejak 30 Maret 2026 10.41 oleh Kidung (bicara | kontrib) (Kidung Keesaan (KK) 680)
Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


KK680: TUHAN, ENGKAULAH HADIR

la=c 4/4 MM ± 96

1

Siang, malam, musim, tahun,gilir ganti melenyap;
bayang-banyangnya berlalu tiada satu yang tetap.
Hidup kita menjalani jangka waktu dunia;
tak terulang yang terjadi, tinggal tanggung jawabnya.

2

Orang hidup ditinggalkan oleh pendahulunya;
kita pun menuju makam bagai makhluk yang fana.
Dari bumi kita lahir dan kembali pada-Nya;
tanpa rahmat yang Ilahi, apakah manusia?

3

Sungguh, Allah mengasihi dunia ciptaan-Nya:
dalam Putra-Nya sendiri Ia tinggal beserta.
Yang percaya kepada-Nya, tak binasa tenggelam,
tapi hidup selama-Nya dalam Dia yang menang.

4

Walau zaman menghanyutkan tiap hal di dunia,
pengasihan-Mu, ya Tuhan, untuk s’lama-lamanya!
Di segala perubahan, dalam duka apapun,
dalam Kristus aku aman: ‘Kau menjadi Bapaku!

5

Bapa, Sumber pengasihan, Bapa dalam t’rang dan g’lap.
Bapa dalam kematian, pun di kubur yang senyap,
setia-Mu tak berubah, kasih-Mu tetap teguh:
Bapa kepada-Mu jua kuserahkan diriku.

7

Siang, malam, musim, tahun, biar kamu melenyap;
dalam suka dan dukaku rahmat Allahku tetap!
Tangan-Nya menuntun daku lewat zaman dunia
dan akhirnya ‘ku selalu tinggal dalam rumah-Nya.

Syair: En Medio de la Vida, Mortimer Arias, 1966/1967, terj. H.A. Pandopo
Lagu: Antonio Auza Paravicini, 1966

Tonton YouTube-nya:
TUHAN, ENGKAULAH HADIR


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 680 - TUHAN, ENGKAULAH HADIR