Kidung Keesaan (KK) 564 - MASIHKAH DI HATI

Dari Kidung
Revisi sejak 30 Maret 2026 10.40 oleh Kidung (bicara | kontrib) (Kidung Keesaan (KK) 564)
Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


KK564: MASIHKAH DI HATI

do=e 4/4 MM ± 76

1

O, betapa indahnya,
dan betapa eloknya;
bila saudara seiman
hidup dalam kesatuan.
O, betapa indahnya,
dan betapa eloknya;
bila saudara seiman
hidup dalam kesatuan.
Bak minyak di kepala Harun,
turun ke janggut dan jubahnya;
s’perti embun yang dari Hermon,
mengalir ke bukit Sion.
Ke sana dip’rintahkan Tuhan,
berkat-berkat-Nya dicurahkan;
itulah hidup selamanya.
O, betapa indahnya!

Syair: Michiel Karatem, 2016
Lagu: Michiel Karatem, 2016, nuansa Aru

Berkas:Gnome-mime-audio-midi.png
Tonton YouTube-nya:
MASIHKAH DI HATI


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 564 - MASIHKAH DI HATI