Kidung Keesaan (KK) 221a - ‘KU HERAN, JURUS’LAMATKU

Dari Kidung
Revisi sejak 30 Maret 2026 10.37 oleh Kidung (bicara | kontrib) (Kidung Keesaan (KK) 221a)
Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


KK221a: ‘KU HERAN, JURUS’LAMATKU

do=g 3/4 MM ± 100

1

Getsemani, tempat Yesus berdoa,
tubuh-Nya dibasahi peluh.
Tak seorang murid pun bersama-Nya;
Ia tunduk bergumul berat.

Reff:

Sungguh mulia pergumulan-Nya,
tanda kasih pada manusia.
Marilah, umat yang ditebus,
angkat puji syukur bagi-Nya.

2

Bunyi doa yang naik pada Bapa-Nya:
“Ambil cawan getir dari-Ku,
namun jangan kehendak-Ku yang jadi,
tapi kehendak-Mu jadilah”.

3

Lalu Yesus mendapati murid-Nya,
namun mereka tidur lelap.
“Bangunlah, jagalah dan berdoalah
agar jauh dari pencobaan”.

4

Lalu Yesus kembali bergumullah,
makin sungguh-sungguh doa-Nya:
“Bapa, jangan kehendak-Ku yang jadi,
tapi kehendak-Mu jadilah”.

Syair: Alas and Did My Saviour Bleed, Isaac Watts, 1707, terj. Yamuger, 1977
Lagu: Hugh Wilson, 1800, diadaptasi oleh Robert Archibald Smith (1780-1829)

Tonton YouTube-nya:
‘KU HERAN, JURUS’LAMATKU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 221a - ‘KU HERAN, JURUS’LAMATKU