Kidung Keesaan (KK) 177 - HAI GEMBALA EFRATA

Dari Kidung
Revisi sejak 30 Maret 2026 10.36 oleh Kidung (bicara | kontrib) (Kidung Keesaan (KK) 177)
Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


KK177: HAI GEMBALA EFRATA

do=es 6/8 MM ± 52

1

Hai umat, puji Allahmu
di takhta yang kudus,
dib’rikan-Nya kepadamu
Mesias Penebus,
Mesias Penebus.

2

Diutus oleh Bapa-Nya
Bayi Imanuel;
palungan hewan itulah
ranjang-Nya yang kecil,
ranjang-Nya yang kecil.

3

Yang Mahatinggi mulia
kosongkan diri-Nya
menjadi insan yang lemah
dan hamba terendah,
dan hamba terendah.

4

Mengapa Raja semesta
rendahkan diri-Nya?
Supaya kita yang rendah
diangkat oleh-Nya,
diangkat oleh-Nya.

5

Sang Raja turun takhta-Nya
agar hamba-Nya naik.
Pertukaran-Nya itulah
mukjizat terajaib,
mukjizat terajaib.

6

Gerbang firdaus dibuka-Nya
dan Kerub t’lah pergi.
Kepada Allah angkatlah
pujian tak henti,
pujian tak henti.

Syair: Herders, hoe ontwaakt gij niet?, Anonim, terj. I.S. Kijne, 1946, revisi Yamuger, 1998
Lagu: Lagu Natal Belanda, 1700

Tonton YouTube-nya:
HAI GEMBALA EFRATA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 177 - HAI GEMBALA EFRATA