Kidung Keesaan/Kedatangan Yesus Kembali/Akhir Zaman

Dari Kidung
Revisi sejak 15 April 2026 07.55 oleh Kidung (bicara | kontrib) (Kidung Keesaan/Kedatangan Yesus Kembali/Akhir Zaman)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


⇦ KK 304 KK 306 ⇨

KK305: BERJAGA-JAGALAH

mi=c 6/8 MM ± 56

1

Anak manusia
pastilah akan datang;
kapan Ia datang
tidak seorang tahu,
harus kamu siap.

Reff:

Berjaga-jagalah,
berjaga-jagalah,
berjaga-jagalah!

2

Kamu tidak tahu
kapan pencuri datang;
bila kamu tahu
kapan pencuri datang
pasti kamu siap.

Syair: Antonius Soetanta, SJ, 2016, berdasarkan Matius 24:42-44
Lagu: Antonius Soetanta, SJ, 2016, nuansa jawa

Tonton YouTube-nya:
BERJAGA-JAGALAH


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 305 - BERJAGA-JAGALAH

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "APA KITA ‘KAN BERHIMPUN" mengabaikan kunci pengurutan baku "BERJAGA-JAGALAH" sebelumnya.

⇦ KK 305 KK 307 ⇨

KK306: APA KITA ‘KAN BERHIMPUN

do=d 4/4 MM ± 88

1

Apa kita ‘kan berhimpun
ikut umat yang kudus
di tepi aliran sungai
dari takhta Penebus?

Reff:

Amin! Kita pun berhimpun
bersama orang suci yang disitu,
di tepi aliran sungai hidup
dari takhta Penebus.

2

Nanti pada sungai indah
hilang duka dan resah
oleh Kristus, Raja kita,
yang di takhta mulia

3

Sebelum saatnya tiba,
buang segenap beban;
ke s’lamatan diberikan
dan mahkota pemenang.

4

‘Kan berakhir jalan kita
pada sungai mulia;
kita nyanyi bergembira
lagu damai yang baka.

Syair: Shall We Gather at the River, Robert Lowry, 1864, terj. Yamuger, 1983/1984 Lagu: Robert Lowry, 1864
Lagu: tidak diketahui

Tonton YouTube-nya:
APA KITA ‘KAN BERHIMPUN


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 306 - APA KITA ‘KAN BERHIMPUN

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "BANGUNLAH! DENGAR SUARA" mengabaikan kunci pengurutan baku "APA KITA ‘KAN BERHIMPUN" sebelumnya.

⇦ KK 306 KK 308 ⇨

KK307: BANGUNLAH! DENGAR SUARA

do=c MM ± 58

1

“Bangunlah!”, dengar suara
memanggil tinggi di menara,
“Yerusalem, hai bangunlah!”
Bergema suara lantang
pertanda sudah larut malam:
“Hai para putri,jagalah!
T’lah datang Mempelai;
lentera ambillah! Haleluya!
Bersiaplah ke pesta-Nya
dan sambut Dia segera!”

2

Sion sangat bergembira
ketika mendengar berita;
terbangun dia segera.
Yang dinantikan sudah datang.
penuh karunia, kebenaran:
cahaya fajar merekah.
Pangeran mulia,
ya Yesus marilah! Hosiana!
Semuanya ikut serta perjamuan bahagia.

3

Gloria! Mari bernyanyi
teriring gambus dan kecapi.
malaikat dan manusia!
Ada dua b’las gapura.
terbuat dari mutiara
di kota suci mulia.
Di manakah pernah
tempat bahagia yang setara?
Bersoraklah, Haleluya
sekarang dan selamanya!.

Syair: Wachet auf, ruft uns die Stimme, Philipp Nicolai. 1599, terj. Yamuger/Panlit KAJ, 1980
Lagu: Philipp Nicolai. 1599

Tonton YouTube-nya:
BANGUNLAH! DENGAR SUARA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 307 - BANGUNLAH! DENGAR SUARA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "BILA NANTI YESUS DATANG" mengabaikan kunci pengurutan baku "BANGUNLAH! DENGAR SUARA" sebelumnya.

⇦ KK 307 KK 309 ⇨

KK308: BILA NANTI YESUS DATANG

do=d 3/4 MM ± 100

1

Bila nanti Yesus datang menata intan-Nya,
tiap orang yang percaya, kepunyaan-Nya.

Reff:

Tiap orang percaya kelak bercahaya
bagai intan permata di mahkota-Nya

2

Dikumpulkan, disatukan permata tercinta
yang dibasuh, disucikan dengan darah-Nya.

3

Anak-anak yang percaya dirangkul oleh-Nya
dan menjadi mutiara kesayangan-Nya.

4

Hai semua, tua muda, terimalah Dia!
Bagi kita tersedia tempat mulia.

Syair: When He Cometh, William Orcutt Cushing (1823-1902), terj. Yamuger, 1980
Lagu: George Frederick Root (1820-1895)

Tonton YouTube-nya:
BILA NANTI YESUS DATANG


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 308 - BILA NANTI YESUS DATANG

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "BILA SANGKAKALA MENGGEGAP" mengabaikan kunci pengurutan baku "BILA NANTI YESUS DATANG" sebelumnya.

⇦ KK 308 KK 310 ⇨

KK309: BILA SANGKAKALA MENGGEGAP

do=g 4/4 MM ± 108

1

Bila sangkakala menggegap dan zaman berhenti,
fajar baru yang abadi merekah;
bila nanti dibacakan nama orang yang tertebus,
pada saat itu akupun serta.

Reff:

Bila nama dibacakan, bila nama dibacakan
bila nama dibacakan, pada saat itu akupun serta.

2

Bila orang yang telah meninggal dalam Tuhannya
dibangkitkan pada pagi mulia
dan berkumpul dalam rumah yang lestari dan megah,
pada sat itu akupun serta.

3

Dari pagi hingga malam, mari kita bekerja
mewartakan kasih Tuhan yang mesra.
Bila dunia berakhir dan tugasku selesai,
nun di rumah Tuhan akupun serta.

Syair: When the Trumpet of the Lord Shall Sound, James Milton Black (1856-1938), terj. E.L. Pohan Shn, 1978/Yamuger, 1983
Lagu: James Milton Black (1856-1938)

Tonton YouTube-nya:
BILA SANGKAKALA MENGGEGAP


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 309 - BILA SANGKAKALA MENGGEGAP

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "BUNGA ‘KAN LAYU KERING" mengabaikan kunci pengurutan baku "BILA SANGKAKALA MENGGEGAP" sebelumnya.

⇦ KK 309 KK 311 ⇨

KK310: BUNGA ‘KAN LAYU KERING

do=g 4/4 MM ± 92

1

Bunga ‘kan layu kering, siang diganti malam;
soal sandang pangan, masih terus penting.

Reff:

Nanti ada hidup kekal, semua jadi baru:
nanti ada hidup kekal. semua jadi baru!

2

Bila kau rasa sepi, siapa yang memahami?
Jika ‘kau menangis, siapa yang mengerti?

3

Yang kauterima lebih, masih kaurasa kurang
dan yang kauperlukan, tak pasti diberi.

4

Takkan di sana perlu surya dan sinar bulan,
kar’na wajah Tuhan ‘kan menyinarimu.

5

Hilanglah rasa sedih, Tuhan beserta kita;
hidup Bahagia, Tak akan berhenti.

6

Songsonglah Hari Kekal! Nyanyilah bagi Allah;
kita selamanya oleh-Nya dikenal.

Syair: Nu gaan de bloemen nog dood, Michael van der Plass, 1960, terj. Yamuger, 1984
Lagu: Wim ter Burg, 1960

Tonton YouTube-nya:
BUNGA ‘KAN LAYU KERING


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 310 - BUNGA ‘KAN LAYU KERING

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "TUHANKU SEG’RA ‘KAN KEMBALI KE DUNIA" mengabaikan kunci pengurutan baku "BUNGA ‘KAN LAYU KERING" sebelumnya.

⇦ KK 310 KK 312 ⇨

KK311: TUHANKU SEG’RA ‘KAN KEMBALI KE DUNIA

do=c 3/4 , 4/4 MM ± 96

1

Tuhanku seg’ra ‘kan kembali ke dunia.
Tak satupun tahu akan waktu tiba-Nya:
di pagi cerlang pada saat buana
ditinggalkan sang malam pekat.

Reff:

Masih lamakah, Tuhanku?
Umat-Mu berseru
menyanyikan Kristus datang.
Haleluya! Amin.
Haleluya! Amin.

2

Dan mungkin datang-Nya ‘kan di tengah hari
dan mungkin di saat menurun mentari,
di malam gelap, waktu orang tak nyana
Kristus datang ke dunia.

3

Dan k’lak membahanalah riuh “Hosana”.
Malaikat pun turun mengiring Rajanya.
Parasnya cerlang dan penuh kemuliaan
serta kasih ‘kan umat-Nya.

4

Enyahlah derita, lenyap ratap tangis
dan hilanglah maut, tanda kuasa Iblis.
Hatiku penuh mengenang ‘kan detiknya
milik Yesus dit’rima-Nya.

Syair: It May Be at Morn, H.L. Turner, 1878, terj. E.L. Pohan Shn (1917-1993)
Lagu: James McGranahan, 1878

Tonton YouTube-nya:
TUHANKU SEG’RA ‘KAN KEMBALI KE DUNIA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 311 - TUHANKU SEG’RA ‘KAN KEMBALI KE DUNIA